logo


Tes Wawasan Kebangsaan di KPK: Upaya Singkirkan Novel Baswedan Cs

Firli Bahuri ingin cuci tangan lewat tes alih status pegawai KPK jadi ASN.

7 Mei 2021 04:00 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menjadi syarat alih status pegawai KPK ke ASN dinilai sebagai upaya menyingkirkan Novel Baswedan dan rekan-rekannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman.

“Jadi menurut saya, ini hanya cuci tangan dari Firli Bahuri ketika ingin memecat Novel dan kawan-kawan, agar beban politiknya di mata publik tidak terlalu berat gitu,” ujar Zaenur dalam keterangannya, Kamis (6/5).


Duga Ada Peran Pimpinan soal Pemecatan Pegawai KPK, Novel Baswedan: Jahat Sekali

Dia menerangkan, TWK seharusnya bukan syarat peralihan status pegawai KPK menjadi ASN. Hal itu jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK Menjadi ASN.

Zaenur mengatakan, asesmen TWK hanya tercantum dalam Peraturan Komisi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2021.

“Memang nasibnya 75 pegawai KPK berada di tangan Firli Bahuri ya. Kenapa? Karena memang sejak awal mengada-ada dengan membuat tes wawasan kebangsaan melalui Peraturan Komisi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2021,” cetusnya.

Menurutnya, pelaksanaan asesmen TWK semestinya tak perlu melibatkan lembaga lain, seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dia menambahkan, keterlibatan BKN dalam proses peralihan status pegawai KPK jadi ASN hanya sebatas melempar bola panas.

Heran Ada Soal Qunut di Tes ASN, MUI: KPK Jadi Lembaga yang Memecah Belah Umat

Halaman: 
Penulis : Iskandar