logo


Heran Ada Soal Qunut di Tes ASN, MUI: KPK Jadi Lembaga yang Memecah Belah Umat

Anwar Abbas meminta agar pertanyaan terkait doa qunut dianulir.

6 Mei 2021 17:00 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Waketum MUI Anwar Abbas mengaku heran dengan pertanyaan terkait doa qunut di tes alih status pegawai KPK menjadi ASN. Ia mengatakan bahwa doa qunut dalam solat adalah hal yang bersifat furu'iyah atau cabang dan bukan bersifat ushuliyyah atau pokok. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa bacaan doa qunut adalah sebuah pilihan.

"Saya tidak tahu betul bentuk pertanyaannya tentang qunut itu seperti apa. Apakah pertanyaannya berupa 'apakah anda qunut atau tidak?' Lalu kalau yang ditanya menjawab dia qunut atau tidak qunut pertanyaan saya jawaban mana yang dianggap benar oleh KPK, apakah yang membaca qunut atau tidak? Begitu KPK membenarkan salah satunya dan menyalahkan yang lain maka KPK menurut saya sudah tidak mencerminkan dirinya sebagai lembaga negara dan telah melanggar Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi: 'Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu'," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

Anwar meminta agar KPK mengedepankan toleransi dalam hal yang bersifat furu'iyah. Ia pun meminta agar KPK tidak melanggar konstitusi.


Soal Tes Wawasan Kebangsaan, Pengamat Komunikasi Politik: KPK Jangan Melemahkan Lembaganya Sendiri

"Oleh karena itu, MUI menyarankan dalam hal yang terkait dengan adanya perbedaan dalam masalah furu'iyah kita harus bertoleransi. Untuk itu, lembaga negara dalam hal ini KPK harus menghormatinya," ujarnya.

"Oleh karena itu, KPK dalam tesnya jangan membuat soal-soal yang masalahnya masuk ke dalam ranah yang memang dimungkinkan berbeda (majalul ikhtilaf). Karena membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain dalam hal tersebut berarti KPK telah tidak lagi menghormati konstitusi dan pandangannya jelas tidak sesuai dengan sikap dan pandangan MUI, tapi bisa sejalan dengan pandangan kelompok tertentu dan bertentangan dengan kelompok tertentu lainnya," sambungnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas meminta agar KPK tidak menjadi lembaga yang memperpecah belah umat. Ia pun meminta agar pertanyaan terkait doa qunut dianulir.

"Dan kalau sudah seperti itu yang terjadi maka KPK akan terseret menjadi lembaga negara yang memecah belah umat dan itu bertentangan dengan tugas dan misinya. Untuk itu saya meminta soal tersebut dianulir atau jawaban semua peserta yang di tes untuk nomor tersebut dinyatakan benar semua," pungkasnya.

Duga Ada Peran Pimpinan soal Pemecatan Pegawai KPK, Novel Baswedan: Jahat Sekali

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×