logo


Sebut Moeldoko Unggul 4-1 Atas AHY, Jubir: Pertarungan Belum Selesai, Masih Ada Waktu Pemanasan 60 Hari

Jubir kubu Moeldoko mengatakan bahwa AHY menang satu skor atas Kemenkumham

6 Mei 2021 16:00 WIB

Moeldoko
Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan bahwa pihaknya mememiliki strategi khusus sehingga Panglima (Purnawirawan) Moeldoko unggul 4-1 atas Mayor (Purnawirawan) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal tersebut ia sampaikan usai gugatan soal AD/ART Partai Demokrat (PD) ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus)

"Kalau melihat hasil yang sudah berlalu, skor sementara 4-1. Kemenangan masih di tangan Pak Moeldoko dengan nilai 4 dan nilai 1 untuk AHY," kata Muhammad Rahmad seperti dilansir detikcom, Kamis (6/5/2021).

Rahmad enggan membeberkan strategi apa yang digunakan oleh pihaknya. Ia hanya mengungkapkan empat keunggulan yang dimiliki oleh Moeldoko.


Novel Baswedan Disinyalir Dipecat dari KPK, Politisi Demokrat: Presiden Jokowi Langgar Revolusi Mental

"Nilai 4 untuk Pak Moeldoko didapat dari poin: pertama masyarakat jadi sadar bahwa Pak Moeldoko ternyata telah difitnah, dituduh dan di-bully SBY, AHY, dan kroni kroninya. Buktinya, Pak Moeldoko tidak pernah melibatkan pemerintah dan menyalahgunakan jabatannya di KSP. Pemerintah dan penegak hukum netral terkait kasus Demokrat," ujarnya.

Keunggulan kedua yang dimiliki oleh Moeldoko, kata Rahmad, yaitu masyarakat menjadi tahu watak SBY dan AHY yang bertindak sewenang-wenang memecat kader Demokrat.

"Ketiga, masyarakat jadi sadar bahwa ternyata SBY dan AHY ingin menguasai partai menjadi properti milik keluarga. Buktinya, ada upaya SBY mendaftarkan partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual atas nama pribadi bukan atas nama partai. Walaupun kemudian diubah karena ketahuan," ungkapnya.

Rahmad mengungkapkan keungulan nomor empat yaitu masyarakat menjadi sadar bahwa AHY pintar memutarbalikan fakta dengan menuding kubu Moeldoko melakukan KLB abal-abal.

"Buktinya, Ketua DPC Halmahera Utara sebagai peserta KLB yang kemudian dipecat AHY menggugat kubu AHY ke PN Jakarta Pusat. Ketua DPC Bantul (Yogya), Ketua DPC Ngawi (Jatim), Ketua DPC Tegal (Jateng) yang dipecat Kubu AHY karena mengikuti KLB Deli Serdang juga sedang menggugat AHY ke Mahkamah Partai," bebernya.

Elektabilitas AHY dan Partai Demokrat Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati