logo


Duga Ada Peran Pimpinan soal Pemecatan Pegawai KPK, Novel Baswedan: Jahat Sekali

Novel Baswedan meyakini bahwa kabar pemecatan pegawai KPK benar adanya

6 Mei 2021 15:00 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior KPK Novel Baswedan meyakini bahwa ada upaya yang sengaja dilakukan untuk memecat pegawai KPK melalui tes alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia pun meminta hal tersebut diusut hingga tuntas.

"Saya malah justru lebih dari itu yang dilihat sebagai masalah, adanya wacana atau rencana untuk memberhentikan itu benar adanya," kata Novel Baswedan seperti dilansir detikcom, Kamis (6/5/2021).

"Soal sekarang situasinya berubah tetap harus dicari tahu siapa yang melakukan itu, yang merencanakan itu siapa, motifnya apa, siapa di balik itu dan lain-lain," imbuhnya.


75 Pegawai KPK Tidak Lulus Tes Wawasan Kebangsaan, SETARA Institute: Hal Biasa dan Tak Perlu Diperdebatkan

Novel menduga bahwa ada keterlibatan pimpinan KPK terkait kabar pemecatan pegawai KPK. Ia secara tegas mendesak agar kabar tersebut dibuka secara terang benderang. Menurutnya, kabar pemecatan pegawai KPK yang tidak lolos tes ASN bukanlah hal yang sepele.

"Saya yakin ini bukan proses normal, kalau betul di antara Pimpinan itu ada yang berbuat itu pengkhianatan terhadap upaya pemberantasan korupsi lho itu, jahat sekali lho itu," ujarnya.

"Selama ini kita sering dengar dilakukan para koruptor-koruptor di luar, mereka melakukan segala cara. Kalau betul itu dilakukan oleh Pimpinan, oh parah, ini paling parah sepanjang sejarah. Makanya saya kemarin agak sebel memberikan komentar-komentar dengan agak lebih ada penekanan itu karena seperti itu, bukan masalah sepele," tutup Novel Baswedan.

Sebelumya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat untuk alih status sebagai ASN tidak akan dipecat. Ia menyebut akan menyerahkan keputusan lanjutan kepada KemenPAN-RB.

"Selanjutnya tentu kami segenap insan KPK ingin menegaskan pada kesempatan sore hari ini, tidak ada kepentingan KPK, apalagi kepentingan pribadi maupun kelompok, dan tidak ada niat KPK untuk mengusir insan KPK dari lembaga KPK. Kita sama-sama berjuang untuk memberantas korupsi, kita sama-sama lembaga sebagai penegak undang-undang," kata Firli.

 

Soal Tes Wawasan Kebangsaan, Pengamat Komunikasi Politik: KPK Jangan Melemahkan Lembaganya Sendiri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×