logo


Soal Tes Wawasan Kebangsaan, Pengamat Komunikasi Politik: KPK Jangan Melemahkan Lembaganya Sendiri

ada 75 pengawai KPK yang tidak lulus maka hal itu layak untuk dipertanyakan.

6 Mei 2021 14:19 WIB

Logo KPK.
Logo KPK. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sebanyak 75 pegawai KPK diinformasikan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Novel Baswedan, penyelidik senior, termasuk yang dinyatakan tidak lulus TWK.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan kalau ada 75 pengawai KPK yang tidak lulus maka hal itu layak untuk dipertanyakan.

“Pertama, apakah alat ukur (instrument) yang digunakan benar-benar mengukur wawasan kebangsaan? Kalau tidak, tentu hasil TWK tersebut tidak valid. Karena itu, perlu diketahui alat ukur yang digunakan dalam TWK agar publik dapat menilainya,” kata Jamiluddin di Jakarta, Kamis (6/5/2021).


Sentil Novel Baswedan, Teddy PKPI: Bisa Jadi KPK Lemah karena Karyawan Kurang Wawasan dan Integritas

Sedangkan yang kedua, hasil TWK jangan dijadikan alasan dan pembenaran untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak disukai.

“Padahal mereka ini termasuk orang-orang yang punya integritas dalam pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Diamengatakan kalau KPK akhirnya memecat 75 orang tersebut, maka secara langsung telah melemahkan lembaga sendiri.

“Hal ini akan membahayakan kelangsungan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi,” kata dia.

Menurutnya apabila KPK sudah melemahkan dirinya sendiri, maka negara untuk membubarkannya. Sebab, KPK hanya lembaga ad hoc, yang kapan saja bisa dibubarkan kalau memang sudah tidak diperlukan.

“Fungsi KPK lebih baik dikembali ke Kepolisian dan Kejaksaan. Dua lembaga ini harus dipercaya dan didorong agar dapat melaksanakan pemberantasan korupsi di tanah air,” pungkasnya.

Mantan Jubir KPK: Yang Tidak Berwawasan Bebangsaan itu Koruptor, Bukan Pemburu Koruptor

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×