logo


KPK Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Untuk Memberi Pesan

Sebelumnya, saat konferensi pers KPK tak pernah ada foto presiden atau wakil presiden di latar belakang.

5 Mei 2021 21:11 WIB

Ketua KPK, Firli Bahuri saat konferensi pers
Ketua KPK, Firli Bahuri saat konferensi pers Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terpampang di ruangan konferensi pers KPK. Sebelumnya, saat konferensi pers KPK tak pernah ada foto presiden atau wakil presiden di latar belakang.

Politikus Partai Demokrat, Benny K Harman, menilai hal itu menunjukkan komitmen Jokowi dan Ma'ruf dalam memberantas korupsi.

"Itu menunjukkan. Pertama, Jokowi dan Ma'ruf tetap berkomitmen berantas korupsi; kedua, meskipun Novel dkk diberhentikan, di KPK sudah banyak Novel-Novel lain yang tumbuh dan berkembang, patah satu hilang berganti. Jangan pesimis. KPK tetap kuat," ucap Benny seperti diberitakan Detikcom, Rabu (5/5).


Tegaskan Tes ASN Amanat Undang-undang, Firli: Tak Ada Niat Usir Pegawai KPK

Anggota Komisi III DPR RI ini menyebut dipasangnya foto tersebut menunjukkan pesan bahwa Jokowi-Ma'ruf mematikan KPK.

"Ketiga, foto itu sengaja dipasang untuk memberi pesan bahwa yang mematikan KPK adalah Jokowi dan Ma'ruf," ucapnya.

Benny mengatakan bahwa pemasangan foto kepala negara bisa dinilai adanya kepentingan politik.

"Bahwa KPK berada di bawah Presiden dan menjalankan agenda Presiden dan bukan agenda yang lain. Keempat, politik yang dijalankan KPK adalah politiknya Jokowi-Ma'ruf sebagai pemimpin eksekutif," ujarnya.

"Dengan foto (Jokowi dan Ma'ruf) itu, KPK memberi pesan bahwa Jokowi-Ma'ruf yang mendapatkan dukungan rakyat di atas 60 persen itu adalah pemimpin yang ingin KPK mati. Popularitas Pak Jokowi dipakai untuk melumpuhkan KPK. Cukong senang, rakyat senang!" tegas Benny.

Firli: Rakyat Adalah Milik KPK, Semangat KPK Sama dengan Semangat Rakyat

Halaman: 
Penulis : Admin