logo


Kritik Penunjukan Ketua BRIN, Pengamat: Mega Sebaiknya Jadi Negarawan Saja

Diketahui pengangkatan Mega itu menimbulkan kontroversial di tengah masyarakat.

5 Mei 2021 16:41 WIB

Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul menyoroti diangkatnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Diketahui pengangkatan Mega itu menimbulkan kontroversial di tengah masyarakat.

"Banyak akademisi menyayangkan Keputusan Presiden Jokowi yang mengangkat Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Para akademisi menilai, latar belakang Mega tidak cocok menduduki posisi tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Jamiluddin mengatakan penilaian akademisi tersebut masul akal karena latar belakang Mega memang tidak berkaitan dengan dunia sains.

"Selama ini Mega hanya dikenal sebagai politisi yang menjadi ketua umum partai dan sempat menjadi presiden menggantikan Gusdur yang saat itu diturunkan MPR melalui Sidang Istimewa," kata dia.

"Juga patut disayangkan kenapa Mega mau menerima tawaran tersebut. Sebab, sebagai sosok yang pernah menjadi presiden, idealnya posisi tersebut bukanlah jabatan yang menarik buat mantan presiden," imbuhnya.

Dalam hal ini, dia mengatakan sulit membayangkan Mega dapat mengarahkan para ilmuwan yang menjadi peneliti dan penemu inovasi di BRIN. Selain memang memiliki kepakaran khusus yang mumpuni, mereka juga bekerja dalam kesenyapan.

"Sungguh ironis orang-orang sekaliber mereka diarahkan orang yang tak pernah berkiprah di dunia riset dan inovasi," tuturnya.

"Jadi, BRIN bukanlah dunia Mega. Karena itu, tak selayaknya ia menerima posisi strategis tersebut," tambahnya.

Menurutnya alangkah baiknya posisi tersebut kepada ilmuwan indonesia yang tersebar di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

"Mereka inilah yang berkompeten menduduki posisi tersebut. Mega sebaiknya cukup menjadi negarawan, seperti yang diperankan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Tri Sutrisno," kata dia.

"Posisi ini jauh lebih terhormat daripada jabatan ketua Dewan Pengarah BRIN. Biarlah para ilmuwan membesarkan BRIN melalui hasil riset dan inovasinya untuk kebanggaan negeri tercinta," pungkasnya.

Dukung PDIP Usung Ganjar Pranowo-Andika Perkasa di Pilpres 2024, Ferdinand: Pasangan Ideal Sipil-Militer

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×