logo


Sembilan Prefektur di Jepang Minta Olympiade Tokyo Dibatalkan

Menurut survey yang dilakukan oleh sebuah media setempat Jepang, sembilan dari 47 pemerintah prefektur meyakini jika Olimpiade Tokyo untuk ditunda atau dibatalkan

5 Mei 2021 15:35 WIB

Olimpiade
Olimpiade istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Sembilan dari 47 pemimpin prefektur di Jepang mengatakan bahwa Olimpiade dan Paralympic Tokyo harus ditunda atau dibatalkan menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara tersebut. Hal tersebut diketahui dari hasil survey yang dilakukan oleh koran Mainichi Shimbun.

Melalui kuesioner yang dikirimkan kepada seluruh 47 pemerintah prefektur pada 20 April, media lokal tersebut mengajukan dua pertanyaan yakni apakah pemerintah prefektur mendukung digelarnya Olimpiade Tokyo dan apa yang seharusnya dilakukan agar Olimpiade tetap dapat digelar tanpa adanya resiko tambahan terhadap peningkatan kasus infeksi.

Menariknya, sembilan pemerintah prefektur menjawab bahwa Olimpiade seharusnya tidak dilanjutkan, sementara lima prefektur lainnya mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang seharusnya sudah dilakukan, sedangkan sisa prefektur yang ada menolak untuk menjawab. Diantara prefektur yang menolak tersebut adalah prefektur-prefektur yang berada di sekitar Tokyo, seperti prefektur Ibaraki, Saitama, Yamanashi, Nagano dan Shizuoka.


Joe Biden Berharap Dapat Gelar Pertemuan dengan Putin Bulan Juni Mendatang

Sementara itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike memilih untuk tidak menjawab kuesioner tersebut. Meski demikian, ia menjawab dengan sebuah pesan yang menyatakan bahwa "Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bertempur melawan situasi pandemi, dan kami akan terus mempersiapkan sebuah event yang aman."

Sebelumnya, sebuah poling yang sama juga sempat dilakukan oleh kantor berita Kyodo pada April lalu, dimana survey tersebut mengungkap bahwa 72 persen warga Jepang meyakini jika Olimpiade Tokyo harus ditunda atau dibatalkan mengingat situasi wabah Covid-19 masih belum reda.

 

Akun Sosmednya Diblokir, Donald Trump Resmi Luncurkan Platform Komunikasi Digital Pribadinya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia