logo


Khawatir dengan Kebijakan Pengusiran Diplomat, Kemenlu Perancis Panggil Dubes Rusia untuk Menghadap

Kementerian Luar Negeri Perancis sudah memanggil duta besar Rusia untuk menyampaikan kekhawatirannya terkait kebijakan sanksi dan tindakan Rusia mengusir diplomat asal negara Uni Eropa yang ditugaskan di Moskow.

5 Mei 2021 10:30 WIB

pinterest

PARIS, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Perancis dikabarkan sudah memanggil duta besar Rusia Alexey Meshkov terkait kebijakan pembatasan yang sudah dikeluarkan oleh Moskow terhadap sejumlah staf diplomat asal negara-negara anggota Uni Eropa. Dalam pertemuan yang digelar pada Senin (3/5) tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan bahwa pihaknya sangat khawatir dengan keputusan Rusia membatasi jumlah staf diplomat yang dapat dipekerjakan oleh negara-negara Uni Eropa di negaranya.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Perancis juga mengecam keputusan Moskow memasukkan delapan individu pejabata Uni Eropa ke dalam daftar hitamnya, termasuk Presiden Parlemen Eropa David Sassoli dan perwakilan Perancis di Dewan Parlemen Eropa Jacques Marie. Perancis menegaskan bahwa kebijakan semacam itu tidak menurunkan tensi dalam hubungan Uni Eropa-Rusia.

Sehari sebelumnya, Uni Eropa juga sudah memanggail duta besar Rusia Vladimir Chizhov untuk menyampaikan kecaman mereka atas kebijakan yang diambil oleh Rusia terkait diplomat asal Uni Eropa.


Virus Mutan dan Tidak Ratanya Pendistribusian Vaksin Bikin Kondisi Herd-Immunity Tidak Dapat Diraih dalam Waktu Dekat

Ketegangan antara kedua belah pihak sudah dimulai usai Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap enam warga negara Rusia pada tanggal 2 dan 22 Maret lalu. Sanksi tersebut dijatuhkan usai keenam warga Rusia tersebut diyakini terlibat kasus percobaan pembunuhan tokoh oposisi Alexei Navalny dan kasus persekusi terhadap sejumlah anggota komunitas LGBT di Chechnya.

Ketegangan semakin meningkat di pertengahan April lalu usai pemerintah Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia yang mereka yakini telah terlibat kegiatan spionase. Ceko juga menuding sejumlah intelijen militer Rusia berada di balik ledakan di sebuah gudang militer Ceko pada 2014 silam. Klaim tersebut dibantah oleh Rusia.

Keputusan Ceko tersebut mendapat dukungan dari sejumlah negara anggota Uni Eropa seperti Bulgaria, Latvia, Lithuania, Estonia dan Polandia yang juga mengusir sejumlah diplomat Rusia.

Tak terima dengan sikap negara-negara anggota Uni Eropa tersebut, Rusia membalas aksi pengusiran diplomatnya dengan tindakan serupa.

 

Terjadi Peningkatan Kasus Infeksi Covid-19, Singapura Perketat Aturan Pembatasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia