logo


Tes ASN Disebut Upaya Menjegal Penyidik KPK, PPP: Ketiadaan Transparansi Beri Prasangka Negatif

Arsul Sani mengatakan seharusnya KPK memberikan informasi yang detail dan terbuka terkait tes alih status pegawai KPK menjadi ASN.

5 Mei 2021 07:30 WIB

Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani,
Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Waketum PPP, Arsul Sani turut menanggapi kabar sejumlah pegawai KPK yang terancam dipecat karena tidak lolos tes alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut isu tersebut menjadi liar di masyarakat karena KPK tidak transparan dalam menyelenggarakan tes.

"Munculnya isu bahwa proses alih status pegawai KPK menjadi pegawai ASN dipergunakan untuk menyingkirkan sejumlah orang tertentu ini adalah karena proses tersebut tampaknya tidak cukup transparan," kata Arsul seperti dilansir detikcom, Selasa (4/5/2021).

Arsul Sani mengatakan seharusnya KPK memberikan informasi yang detail dan terbuka terkait tes alih status pegawai KPK menjadi ASN. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.


Ada Nama Habib Rizieq Shihab di Soal Tes ASN KPK, Pengamat: Janggal dan Mengada-ada

"(Jika transparan) maka tuduhan di atas akan lebih dapat diminimalisir. Oleh karena itu kami meminta kepada KPK dan juga instansi terkait dengan proses alih status pegawai KPK seperti BKN (Badan Kepegawaian Nasional) dan KemenPAN-RB untuk menjelaskan baik kepada pegawai KPK yang mengikuti maupun publik mengenai seluruh proses, tahapan dan sistem penilaian atau evaluasi yang diterapkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Arsul Sani mengatakan bahwa ketidak transparan tes tersebut memberikan prasangka negatif terhadap KPK dan pemerintah.

"Sehingga ketiadaan transparansi atau penjelasan yang memadai di ruang publik akan memberi ruang untuk berkembangnya prasangka-prasangka negatif terhadap bukan saja KPK tapi juga pemerintahan Presiden Jokowi," pungkasnya.

Duga Ada Indikasi Pembabatan SDM KPK, Bambang Widjojanto: Mengerikan, Batas Api Telah Dilanggar

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati