logo


Virus Mutan dan Tidak Ratanya Pendistribusian Vaksin Bikin Kondisi Herd-Immunity Tidak Dapat Diraih dalam Waktu Dekat

Beberapa pakar kesehatan AS meyakini jika kondisi herd-immunity kemungkinan tidak dapat dicapai dalam waktu dekat. Berikut alasannya

4 Mei 2021 21:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah pakar kesehatan di Amerika Serikat meyakini jika kondisi herd-immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus Covid-19 kemungkinan tidak dapat diraih dalam waktu dekat, dimana virus tersebut masih akan terus membayangi kehidupan warga hingga beberapa tahun ke depan meski tidak se-intens sebelumnya.

"Virus tampaknya tidak akan menghilang. Tapi, kami tetap berusaha melakukan semua yang dapat dilakukan untuk memeriksa bahwa infeksi akan menjadi lebih ringan," kata Rustom Antia, pakar biologi di Universitas Atlanta, dikutip The New York Times.

Jika sebelumnya para pakar menyatakan bahwa herd-immunity dapat dicapai dengan mem-vaksinasi setidaknya 60 hingga 70 persen total populasi, kini mereka meyakini jika angka tersebut tidak cukup mengingat sudah menyebarnya varian baru Covid-19 ke seluruh penjuru dunia.


Jazilul Fawaid: Larangan Mudik untuk Melindungi Bangsa

"Secara teori, sangat mungkin jika kita dapat mem-vaksinasi 90 persen penduduk," kata Marc Lipsitch, seorang pakar virus.

Upaya untuk mencapai kondisi herd-immuniti semakin rumit dengan potensi tidak efektifnya vaksin terhadap varian baru virus Covid-19, terlebih dengan pendistribusian vaksin global yang masih belum merata.

 

Proses Pembangunan Nord Stream 2 Dilanjutkan Akhir Mei Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia