logo


Proses Pembangunan Nord Stream 2 Dilanjutkan Akhir Mei Mendatang

Pembangunan Nord Stream 2 tertunda usai pengadilan Jerman mengabulkan gugatan yang dilayangkan oleh yayasan pengamat lingkungan, Nabu, yang menyebut jika proyek jalur gas tersebut mengancam ekosistem sensitif Laut Baltik

4 Mei 2021 21:00 WIB

Jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2
Jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2 istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Gugatan yang diajukan oleh Yayasan lingkungan hidup asal Jerman, Nabu, terhadap pembangunan pipa gas Nord Stream 2 berhasil menghentikan penerbitan izin kerja oleh Badan Maritim dan Hidrografi Federal (BSH). Dalam siaran persnya, BSH menambahkan bahwa konstruksi jalur pipa gas Rusia-Jerman tersebut dapat kembali dilanjutkan pada akhir Mei mendatang.

"Gugatan tersebut memiliki efek suspensif pada izin tersebut. Tuntutan tersebut ditujukan terhadap izin BSH kedua yang diubah pada 14 Januari 2021. Dengan izin ini, BSH menyetujui peletakan pipa oleh kapal yang berlabuh antara akhir September dan akhir Mei pada 16,5. km [10 mil] bagian di zona ekonomi eksklusif Jerman di Laut Baltik," demikian pernyataan BHS dikutip Sputniknews.

"Mulai akhir Mei, akan diizinkan untuk melanjutkan pembangunan Nord Stream 2 sesuai dengan peraturan saat ini. Pada Maret 2018, Nord Stream 2 menerima izin permanen untuk memasang pipa dari akhir Mei hingga akhir September," tambahnya.


Terganggu dengan Kehadiran Militer AS, China Kirimkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Pada Senin kemarin, Nabu mengambil tindakan hukum terhadap proyek Nord Stream 2. Mereka menilai pembangunan jalur gas dapat merusak ekosistem sensitif di Laut Baltik.

Seperti diketahui, jalur pipa gas Nord Stream 2 akan membawa gas alam dari Rusia ke Jerman melintasi Laut Baltik. Jalur pipa tersebut terdiri dari dua jalur sepanjang 1.230 kilometer (764 mil) dengan kapasitas total 55 miliar meter kubik gas per tahun. Awal tahun ini, operator menyatakan bahwa tinggal 148 kilometer (92 mil) jalur pipa yang belum diselesaikan.

Sejak awal pembangunan, proyek tersebut telah menghadapi serangan terus-menerus dari Amerika Serikat. Washington juga mengklaim jika Nord Stream 2 dapat membuat Uni Eropa semakin ketergantungan terhadap pasokan energi dari Rusia. AS bahkan menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Nord Stream 2.

Sementara itu, Rusia dan Jerman mengatakan bahwa jalur pipa gas tersebut adalah murni proyek ekonomi. Mereka menyebut jika AS lah yang berupaya "mendikte" kebijakan energi Jerman. Berlin juga mengatakan bahwa jalur gas tersebut mengancam penjualan gas alam cair AS ke Eropa.

Inggris Siap Kirim Tambahan Suplai Oksigen bagi India

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia