logo


Ada Nama Habib Rizieq Shihab di Soal Tes ASN KPK, Pengamat: Janggal dan Mengada-ada

Pengamat menilai bahwa tes alih status pegawai KPK menjadi ASN adalah bentuk kezaliman yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

4 Mei 2021 13:01 WIB

Habib Rizieq
Habib Rizieq Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan ada yang janggal di soal tes alih status pegawai KPK menjadi aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya, di tes tersebut terdapat pertanyaan mengenai eks pmpinan FPI Habib Rizieq Shihab dan pendapat terkait program pemerintah.

"Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ngada. Misalnya pertanyaan terkait FPI dan pendapat pegawai terhadap program pemerintah padahal pegawai tidak boleh secara etis berurusan dengan perdebatan politik dan mereka tidak boleh menunjukkan dukungan atau tidak dukungan terhadap program-program pemerintah karena bisa saja program itu terkait kasus korupsi," kata Feri kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Feri mengaku tahu pertanyaan pada tes tersebut lantaran mendengar langsung dari pegawai KPK yang telah mengikuti tes. Ia pun menilai tes tersebut tidak sesuai dengan UU Nomr 19 Tahun 2019.


Heran FPI Dibubarkan Usai Semua Syarat Terpenuhi, Rizieq: Saya Enggak Paham Apa Persoalannya

"Tes tidak sesuai dengan UU KPK yang baru karena tidak terdapat ketentuan mengenai tes alih status. Keinginan tes lebih banyak dari kehendak pimpinan KPK melalui peraturan komisi sehingga secara administrasi bermasalah," kata dia.

"Saya dengar begitu (ada soal terkait Habib Rizieq Shihab),"imbunya.

Lebih lanjut, Feri menilai bahwa tes alih status pegawai KPK menjadi ASN adalah bentuk kezaliman yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

"Tes merupakan bentuk kezaliman dan kesewenang-wenangan penyelenggara karena selain dilakukan tidak terbuka sebagaimana tes PNS lainnya juga dilakukan berulang-ulang kepada pegawai karena itu tes kesekian kalinya. Mana ada orang dites berkali-kali seperti pegawai KPK. Apalagi tertutup. KPK kalah dengan lembaga lain yang tesnya hasilnya dibuka setelah tes berlangsung," bebernya.

"Tes ini merupakan cara untuk membenarkan pencoretan figur-figur yang sedang menangani perkara megakorupsi, Kasatgas kasus-kasus yang melibatkan para politisi dan orang yang menjabat di posisi internal yang penting bagi integritas KPK di masa depan," tutup Feri.

Anies Jadi Fotografer Dadakan Jokowi, Pengamat: Kesan Bersebrangan Mulai Dikikis

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati