logo


Suku Anak Dalam Terima Janji Palsu dari Mensos, Pengamat: Risma Akan Dinilai Pembohong 

Salah satu Kepala Suku atau Tumenggung SAD, Ngelembo mengutarakan Risma menjanjikan hal itu saat berkunjung ke SAD pada minggu kedua Maret 2021.

4 Mei 2021 09:43 WIB

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi meminta Menteri Sosial Tri Rismaharani untuk menepati janjinya memberikan bansos. Risma berjanji dalam satu bulan bansos akan diterima SAD.

Salah satu Kepala Suku atau Tumenggung SAD, Ngelembo mengutarakan Risma menjanjikan hal itu saat berkunjung ke SAD pada minggu kedua Maret 2021.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai kekecewaan SAD dapat dipahami mengingat yang dipegang orang desa itu ucapannya.


Mensos Risma Ternyata Sering Curhat ke Megawati, Katanya Sambil Menangis

“Bagi mereka, janji lisan Risma akan memberi Bansos dalam satu bulan ya harus ditepati. Ketika waktu satu bulan terlampaui, mereka dengan polosnya akan menagih. Hal itulah yang sekarang diminta SAD kepada Risma,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/3/2021).

Menurut Jamiluddin, akibat tidak terpenuhinya bansos, maka SAD akan menilai Risma pembohong.

Penilaian semacam ini tentu sangat menohok bagi setiap orang, apalagi untuk seorang pejabat negara.

“Risma dengan sendirinya sudah tidak lagi dipercaya oleh SAD. Kalau pejabat sudah tidak dipercaya, tentu kredibilitasnya juga ikut anjlog. Padahal, seorang pejabat hanya akan dihormati dan diikuti oleh rakyatnya bila ia masih dipercaya,” kata dia.

Dalam hal ini, Jamiluddin menuturkan bahwa hal ini tentu ironis kalau seorang pejabat sampai diberi predikat si raja bohong. Pejabat seperti ini dengan sendirinya sudah tidak akan dianggap lagi oleh rakyatnya.

“Apa yang dilakukan Risma setidaknya menjadi pembelajaran bagi pejabat lainnya. Pejabat jangan mudah berjanji kepada rakyatnya, apalagi sampai menjanjikan waktu realisasinya,” kata dia.

“Janji itu utang. Karena itu, pejabat haruslah menakar kemampuannya sebelum tebaf janji kepada rakyat. Jangan sampai si pejabat yang banyak janji diberi predikat pejabat si raja bohong. Tentu Risma tak menginginkan predikat tersebut,” pungkasnya.

Tanggap Bencana, Pemerintah Fokus Tangani Korban Gempa di Jawa Timur

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar