logo


Akui Buat Kerumunan dan Langgar Prokes, Habib Rizieq: Saya Marah Besar Kepada Panitia

Habib Rizieq Shihab mengaku ada kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan anaknya dan Maulid Nabi Muhammad SAW

3 Mei 2021 17:30 WIB

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab mengaku ada kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan anaknya dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rizieq mengatakan bahwa kerumunan tersebut terjadi secara tidak sengaja.

"Kami mengaku ada kerumunan, ada pelanggaran prokes, tetapi saya yakin panitia di luar kesengajaan, tidak punya niat melanggar prokes," ujar Rizieq dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (3/5).

Rizieq mengatakan bahwa telah menegur panitia agar tetap menerapkan protokol kesehatan.


Kecam Penangkapan Munarman, HRS: Pelanggaran HAM Sekaligus Keotoriteran Rezim Penguasa

"Pada saat itu, saya tegur panitia, melalui mik supaya jaraknya dikembalikan dan sebagainya. Untuk supaya prokes tidak dilanggar. Bahkan saya sampaikan ke panitia, kalau tidak bisa diatur juga, ya kita jangan sampai lewat tengah malam," ucapnya.

"Sebaiknya kita pertimbangkan, kalau nggak bisa diatur juga, ya kita bubarkan saja," imbuh Rizieq.

Rizieq mengaku marah kepada panitia karena acara tersebut melanggar prokes. Rizieq bahkan sudah menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat kerumunan.

"Karena saat ada yang melanggar prokes, saya yang pertama kali marah kepada mereka. Walaupun itu pun saya juga marah, saya marah besar kepada panitia. Kenapa ini terjadi pelanggaran prokes semacam ini," ucap Rizieq.

"Dan ternyata betul, besok paginya, kami mendapatkan surat dari Pemprov DKI dan kena denda Rp 50 juta. Kami terima denda itu karena kami mengakui, pelanggaran prokes itu memang terjadi. Kami tidak pernah mengingkari. Bahkan kami di situ saya buat rekaman, video, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Jakarta dan nggak sampai di situ, kami batalkan semua acara," imbuhnya.

Rutin Berbagi, Haikal Hassan: Terserah Mau Dibilang Pamer & Pencitraan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata