logo


Soal Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Pengamat: Sayangnya Mendagri Tak Berani Pecat Anies Baswedan

Tito Karnavian sebagai mantan Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri mestinya bisa lebih berani menghadapi Anies Baswedan.

3 Mei 2021 14:08 WIB

Warga beraktivitas di pasar Blok G Tanah Abang di Jakarta, Selasa (20/3).
Warga beraktivitas di pasar Blok G Tanah Abang di Jakarta, Selasa (20/3). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian cuma bisa mengeluarkan Surat Intruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 namun tak berani membuktikannya.

Menurutnya jika Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serius dan konsisten atas keputusan pemerintah, kerumunan manusia yang lebih dari 100 ribu orang di pasar Tanah Abang mestinya cukup untuk menilai bahwa Gubernur Anies Baswedan tak becus menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

''Semua bukti foto dan video sudah jelas sekali. Di Tanah Abang itu kerumunan gila gilaan. Apa gunanya melarang orang mudik ke desa, sedang di Jakarta manusia berjubel tak karuan, begitu? Menteri Tito sayangnya tak berani copot Anies Baswedan,'' kata dia di Jakarta, Senin (3/5/2021).


Rizieq Shihab Tersangka Kasus Kerumunan, Haikal Hassan Masih Belum Ikhlas

Dia menyebut Tito Karnavian sebagai mantan Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri mestinya bisa lebih berani menghadapi Anies Baswedan.

Menurutnya hal ini dikarenakan pendukung utama Anies Baswedan yaitu dari kelompok HTI dan FPI sudah berhasil dibubarkan.

''Pendukung Anies dari kutub radikal sudah dibubarkan. Harusnya Tito Karnavian tak usah takut memberhentikan gubernur DKI Jakarta. Musuh politik (HTI-FPI) Tito sudah ditumpas. Salus Populi Suprema Lex Esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi),'' ujarnya.

Atas nama protokol kesehatan, tegas Mualimin, harusnya Tito Karnavian memberhentikan saja gubernur DKI Jakarta, sebab bila Anies Baswedan tak terima bisa menempuh jalur hukum.

''Perekonomian negara porak poranda dihantam Covid-19. Siapapun yang tak becus menegakkan protokol kesehatan, sikat saja! Ketegasan diperlukan demi membangun Indonesia. Cuma Anies doang mosok ditakuti,'' tukasnya.

Prihatin dengan Kerumunan Jakmania, Pemprov DKI: Kami Pahami Kesenangan Warga, Tapi...

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×