logo


Joe Biden Ingin Pertahankan Sikap Permusuhan dengan Korea Utara

Seorang pajabat Korea Utara mengecam pernyataan yang dibuat oleh Joe Biden terkait isu nuklir Korea Utara

3 Mei 2021 13:04 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un istimewa

PYONG YANG, JITUNEWS.COM - Seorang pejabat Korea Utara mengatakan bahwa pernyataan terbaru yang dilontarkan oleh Presiden AS Joe Biden dan sejumlah pejabat pemerintahannya terkait Korea Utara menunjukkan bahwa AS berniat untuk mempertahankan kebijakan permusuhannya dengan Pyongyang.

Pada Jumat akhir pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa sejumlah pejabat pemerintahannya sudah menyelesaikan proses review terkait kebijakan luar negeri AS terhadap Korea Utara.

Dua hari sebelumnya, Presiden Joe Biden menyebut bahwa program nuklir Iran dan Korea Utara adalah "ancaman" dimana ia akan memberikan tekanan yang kuat agar kedua negara tersebut menghentikan pengembangan nuklirnya.


Asosiasi Industri India Desak Pemerintah Berlakukan Aturan Lockdown

Dibawah kebijakan luar negeri terbaru tersebut, Joe Biden akan mengupayakan pelucutan nuklir Korea Utara melalui diplomasi. Meski demikian, ia tidak akan melakukan tawar-menawar dengan pemimpin Korea utara Kim Jong-un.

Menanggapi pernyataan yang Joe Biden sampaikan di hadapan anggota Kongres tersebut, Direktur Jenderal Urusan Amerika Serikat di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun, mengatakan bahwa sangat tidak masuk akal jika Amerika Serikat menyebut hak Korea Utara untuk mempertahankan dirinya sebagai ancaman yang harus dilawan.

"Pidato Joe Biden tidak dapat ditolerir dan merupakan sebuah blunder besar," kata Kwon, dikutip Reuters dari KCNA.

"Pernyataan tersebut merefleksikan niatannya untuk mempertahankan kebijakan yang bermusuhan terhadap DPRK (Korea Utara), seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah AS sejak lebih dari setengah abad yang lalu," tambahnya.

Filipina Bakal Lanjutkan Kegiatan Patroli di Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×