logo


Kepala Mossad Temui Menlu AS, Bahas Potensi Perang jika AS Kembali Masuk ke Perjanjian Nuklir Iran

Israel menentang rencana AS untuk kembali masuk ke dalam perjanjian nuklir JCPOA 2015 bersama Iran.

30 April 2021 15:00 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ABC News

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Kamis (29/4) dikabarkan telah mengadakan pertemuan dengan kepala badan intelijen Israel Mossad Joseph (Yossi) Cohen dan duta besar Israel untuk AS, Gilad Erdan, dimana pejabat Israel tersebut menyampaikan kekhawatirannya mengenai aktivitas nuklir Iran.

Pertemuan di Washington tersebut terjadi usai Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu dengan delegasi Israel, dimana penasihat keamanan nasional Israel menekankan bahwa mereka bebas beroperasi melawan Iran jika hal itu perlu dilakukan.

Seperti diketahui, Israel telah mendesak agar Amerika Serikat meningkatkan sanksi yang sudah dijatuhkan oleh mantan presiden Donald Trump, yang mana hal itu dapat membatasi proyek pengembangan senjata dan teknologi Iran.


Wali Kota Ingin Perekonomian New York Dibuka 1 Juli, Gubernur: Masih Ada Mei dan Juni

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden saat ini tengah berupaya mencari jalan untuk membawa AS kembali masuk ke dalam perjanjian nuklir JCPOA 2015 usai Donald Trump keluar pada 2018 lalu.

"Kembali ke dalam perjanjian JCPOA membutuhkan pencabutan sanksi, tapi kami akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi-sanksi yang tidak konsisten dengan JCPOA saja," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price pada Rabu (28/4), dikutip Al Jazeera.

"Bahkan jika kita nantinya kembali bergabung di JCPOA...kami akan tetap melanjutkan untuk mengimplementasi sanksi terhadap Iran untuk semua aktivitasnya yang tidak termasuk dalam perjanjian JCPOA, seperti program pengembangan rudal Iran, dukungan mereka terhadap terorisme dan penindasan hak asasi manusia," lanjut Ned Price.

Sementara itu, Cohen mengatakan bahwa peperangan di kawasan Timur Tengah tidak akan dapat dihindari jika AS dan negara-negara lain telah mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Ia menyebut perjanjian JCPOA sebagai sebuah kesepakatan yang buruk.

"Kesepakatan buruk akan mengirim kawasan ke dalam situasi perang," kata Cohen.

Trump Bilang Krisis Imigran Ilegal Bisa Bikin AS Hancur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×