logo


Jagung Menjadi Primadona Warga Dompu

Ada 5 langkah nyata percepatan pembudidayaan jagung

4 Mei 2015 11:52 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kurangnya pasokan jagung di dalam negeri, membuka keran impor jagung makin membesar. Kebutuhan akan jagung di dalam negeri yang cukup besar ini, menjadikan prospek usaha budidaya jagung sangat menjanjikan untuk digarap. Bupati Kabupaten Dompu Nusa Tenggara, Bambang M Yasin pun menfokuskan perhatiannya pada pengembangan budidaya jagung.

"Dompu memilih jagung sebagai primadona utamanya, karena tiba-tiba saja minat warga menanam jagung melonjak tajam," ucapnya kepada JITUNEWS.COM di Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, dalam sosialisasi gerakan menanam jagung tidak mendapat respon banyak, lantaran selama ini jagung yang ditanam warga banyak disikat babi hutan, tapi dengan Gerakan Pengembangan Komoditas Unggulan Pijar (SATLAK) yang dibuat untuk masyarakat, keraguan itu berbalik menjadi kepercayaan, karena SATLAK memberikan solusi untuk sosialisasi gerakan menanam jagung.


Faperta UNS Kembangkan Jatikuwung sebagai Sentra Pepaya Cikita

"Sejumlah langkah nyata saya sampaikan pada warga Dompu, untuk mendukung pengembangan budidaya jagung yang akan menjadi primadona utamanya,"ucapnya.

Ia menjelaskan beberapa langkah nyata percepatan pembudidayaan. Pertama, membuka 10 ribu lahan baru untuk pengembangan budidaya, kedua menyediakan sekitar 5.000 bibit unggul siap tanam dengan harga subsidi pada petani, ketiga mempermudah akses petani kepada bank dengan memberikan jaminan dari dana APBD 4, keempat memastikan stabilitas harga jual jagung dengan menetapkan harga jual terendah Rp 2.000 kepada perusahaan mitra pemerintah daerah, dan kelima melibatkan pihak TNI di tingkat desan untuk mendampingi petani.

UNS Kembangkan Sentra Pisang di Jenawi

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex