logo


Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Teroris

Mahfud mengatakan bahwa penetapan status tersebut sejalan dengan pernyatan sejumlah tokoh dan organisasi.

29 April 2021 14:17 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD voi.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mengkategorikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dan organisasi serta orang-orang yang tergabung sebagai teroris.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (29/4).

Mahfud mengatakan bahwa penetapan status tersebut sejalan dengan pernyatan sejumlah tokoh dan organisasi.


KKB Harus Ditumpas, Ahmad Sahroni: Namun Jangan Membabi Buta

"Apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," kata Mahfud.

Mahfud menyebut banyak masyarakat di Papua yang mendatangi kantor Kemenko Polhukam dan menyatakan dukungan kepada pemerintah.

"Dan fakta bahwa banyak tokoh masyarakat dan adat papua yang datang ke kantor Kemenko Polhukam serta pimpinan resmi Papua yang menyatakan dukungan kepada pemerintah untuk melakukan hal yang diperlukan guna menangani tindak kekerasan yang muncul belakangan di Papua," ujarnya.

Belakangan ini terjadi sejumlah kasus kekerasan yang dilakukan oleh KKB. Mahfud mengatakan bahwa sesuai UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, KKB sudah sepatutnya masuk dalam kategori teroris.

"Ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 tahun 2018 di mana yang dikatakan teroris itu adalah siapapun orang yang mengancam, menggerakkan dan mengorganisasi terorisme," kata Mahfud.

"Sedangkan terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulakn suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara masal," jelas Mahfud.

Kecam Pernyataan Bamsoet soal Papua, Masyarakat Sipil: Tidak Mencerminkan Etika Pimpinan MPR!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×