•  

logo


Perhatian, Kunci Berkomunikasi yang Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi selalu dilakukan dengan siapa saja

29 April 2021 13:22 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" (Yohanes 8:57)

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi selalu dilakukan dengan siapa saja. Namun, seringkali komunikasi diwarnai oleh percakapan yang tidak nyambung (terpeleset). Komunikasi ditanggapi dengan tanggapan yang tidak pas bisa terjadi selisih paham bahkan sampai terjadi pertengkaran.

Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Maka sebenarnya, Ia sudah ada sebelum manusia diciptakan. Perkataan orang-orang Yahudi yang menyatakan bahwa umur Tuhan Yesus belum genap 50 tahun dan apakah Yesus sudah pernah bertemu dengan Abraham. Hal ini memperlihatkan keterbatasan dan tidak mampunya mempercayai Yesus yang adalah Allah sendiri dan yang berkenan menjadi Juru Selamat manusia, seperti yang sebenarnya sedang mereka nanti-nantikan. Anggapan bahwa Yesus masih muda dan belum memiliki pengalaman inilah yang menghalangi proses percakapan Yesus dan orang-orang Yahudi. Mereka tidak memperhatikan dan tidak dapat menerima apa yang dikatakan Yesus, tetapi justru lebih memperhatikan siapakah Yesus menurut kaca mata mereka.


Mengkaji Kitab Karangan Syekh Nawawi Al Bantani: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Dalam kehidupan ini, selisih paham dan pertengkaran seringkali dimulai dengan kurangnya perhatian pada berita yang disampaikan. Orang lebih memperhatikan dan mencari-cari siapa atau latar belakang orang yang membawa berita. Apalagi jika orang yang membawa berita itu masih lebih muda atau berbeda golongan, belum apa-apa banyak orang akan menghakimi dan meremehkannya.

Sumber: Sabda Winedhar

Bertemu Keluarga Kru KRI Nanggala-402, Jokowi Janji Bangunkan Rumah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata