logo


Kebijakan di Sektor Pangan, Positif atau Negatif ?

Oknum tak bertanggung jawab harus dibasmi

4 Mei 2015 11:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Berbagai upaya memang sudah dilakukan oleh pemerintah, tapi apakah semuanya berjalan lancar ? Fakta di lapangan menyatakan, harga beberapa kebutuhan pangan masih terbilang mahal, terutama untuk beras. Tak heran jika mahalnya harga beras, sontak membuat masyarakat menjerit. Sebab, beras menjadi kebutuhan utama bagi manusia yang tak mungkin digantikan.

Fakta tersebut ditemukan oleh anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Saat melakukan kunjungan kerja pada masa reses IV 2014-2015, masyarakat merasa kesulitan mendapatkan bahan pangan, utamanya beras karena harga yang dipatok para penjual cukup tinggi. Sementara dari sisi petani, mereka merasa kesulitan membeli, serta menjual beras karena permainan tengkulak.

Parahnya lagi, setelah menyelesaikan proyek beras miskin (raskin) yang mencapai belasan, bahkan puluhan triliun rupiah setiap tahunnya, Bulog mulai tidur nyenyak saat ini, tambah Firman. Di lain sisi, nelayan yang sudah bisa merasakan kehidupan layak dengan upayanya sendiri, malah kembali tertekan, akibat berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh para menteri. Seperti pelarangan penggunaan pukat hela, hingga pelarangan ekspor berbagai komoditi laut dengan ukuran tertentu.


Dukung Pertanian Presisi, Kementan Upayakan Efisiensi Biaya Usaha Tani

Meski demikian, pengeluaran kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pada dasarnya merupakan suatu bentuk aktifitas agar masyarakat mampu mensejahterahkan diri. Misalnya saja, penyaluran berbagai alat pertanian bagi petani mulai dari pupuk, traktor, hingga bibit. Kemudian, adanya berbagai penyuluhan seputar teknologi pertanian dan perikanan, sampai dengan pembatasan impor serta ekspor guna meningkatkan daya saing sebuah komoditas tertentu. 

Oleh karena itu, untuk memecahkan berbagai permasalahan yang melanda terutama di sektor pangan, semua pihak terkait perlu bekerja sama agar semua saling bersinergi. Sehingga, tak ada lagi oknum-oknum tak bertanggung jawab yang merusak kemulusan perjalanan bidang pangan di nusantara.

  

Dukung Pertanian Presisi, Ini Kegiatan Utama Milik Kementan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro