logo


Kegiatan Latihan Filipina di LCS Diprotes China, Manila: China Tidak Punya Urusan

Filipina menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan aktivitas di wilayah Laut China Selatan selama kegiatan tersebut dilakukan di dalam zona ekonomi eksklusifnya

28 April 2021 21:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi reuters

MANILA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana pada Rabu (28/4) mengatakan bahwa China tidak berhak untuk melarang Filipina untuk menggelar latihan tempur di wilayah Laut China Selatan. Ia juga menyebut klaim China atas wilayah perairan tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Dilansir dari Reuters, pasukan penjaga pantai beserta lembaga perikanan Filipina diketahui sudah mulai menggelar latihan di Laut China Selatan sejak Sabtu akhir pekan lalu. Filipina mengatakan bahwa kegiatan tersebut mereka lakukan di dalam zona ekonomi eksklusif mereka.

Pada Senin lalu, Kementerian Luar Negeri China meminta Filipina untuk menghentikan kegiatan latihan tersebut karena dapat membuat situasi di Laut China Selatan semakin rumit.


Gelar Latihan Tempur dengan AS, Australia Upgrade Fasilitas Militernya

Menanggapi permintaan China tersebut, Filipina mengatakan: "China tidak punya urusan untuk memberitahu Filipina apa yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan (di Laut China Selatan)".

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin menegaskan kembali bahwa Filipina juga berhak melakukan aktivitas apapun di Laut China Selatan selama tidak melanggar zona ekonomi eksklusifnya.

"Kami akan terus menegaskan dari perairan kami dengan hak hukum internasional apa yang kami menangkan di Den Haag. Tapi kita tidak boleh gagal untuk memprotes (klaim China)," kata Locsin dalam sebuah Tweet.

 

Diganggu Kapal Militer Iran, Kapal AS Terpaksa Keluarkan Tembakan Peringatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×