logo


AS dan Israel Harus Bentuk Satgas Gabungan untuk Hadapi Serangan Udara Iran

Penasihat Keamanan Nasional AS menyebut tindakan agresif Iran belakangan ini sudah menjadi ancaman sarius terhadap kawasan

28 April 2021 12:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JERUSALEM, JITUNEWS.COM - Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dan Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat sepakat jika dua negara seharusnya membentuk sebuah satuan tugas gabungan untuk menghadapi ancaman serangan drone militer dan rudal-rudal Iran di Timur Tengah.

Menurut pernyataan tertulis Gedung Putih pada Selasa (27/4), Jake Sullivan juga menyebut bahwa tindakan agresif Iran di Timur Tengah telah menjadi sebuah ancaman serius. Oleh sebab itu, pemerintahan Joe Biden harus terus meningkatkan dukungan bagi Israel untuk mempertahankan diri.

"Amerika Serikat selalu memberikan update kepada Israel mengenai pembicaraan (negosiasi perjanjian nuklir) di Vienna dan menegaskan bahwa AS sangat perlu berkonsultasi dengan Israel terkait isu nuklir," demikian pernyataan tertulis Gedung Putih, dikutip Sputniknews.


Brazil Tolak Gunakan Vaksin Sputnik V, Ada Tekanan dari AS?

Pada pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani juga telah menyampaikan bahwa AS dan Iran kemungkinan akan mencapai kata sepakat terkait implementasi perjanjian nuklir JCPOA, selama Amerika Serikat tetap bersikap jujur dalam negosiasi tersebut.

Namun, beberapa pejabat Israel menentang keras negosiasi AS-Iran tersebut dan mendukung agar pemerintahan Joe Biden memberikan "tekanan maksimum" terhadap Teheran, seperti yang sudah dilakukan oleh mantan Presiden Donald Trump.

Safari ke Berbagai Wilayah, Demokrat: Mungkin bagi Anies Tidak Eksplisit untuk Pilpres 2024

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×