logo


Tak Setuju dengan Label Teroris, DPR: Itu Menunjukkan Ketidakmampuan Tangani KKB

DPR meminta pemerintah melakukan evaluasi tehadap amunisi dan senjata yang digunakan oleh anggota KKB

28 April 2021 06:30 WIB

KKB di Papua
KKB di Papua Tribunnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas mengaku tidak setuju dengan pelabelan teroris kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang disampaikan oleh Badan Intelijen Nasional (BIN). Menurutnya, pelabelan teroris justru menunjukkan sikap pemerintah yang tidak mampu menangani kelompok tersebut.

"Saya pikir tergantung unsur-unsurnya memenuhi syarat, kalau memenuhi syarat itu kan haknya pemerintah untuk mengajukan opsi itu. Tapi kan buat saya kalau menetapkan terorisme itu menunjukkan ketidakmampuan kita untuk menangani KKB pada saat ini," kata Yan di Kompleks DPR, Selasa (27/4/2021).

Yan mengatakan bahwa pemerintah lebih baik melakukan evaluasi tehadap amunisi dan senjata yang digunakan oleh anggota KKB. Ia meminta agar senjata yang dimiliki aparat tidak diperjualbelikan ke KKB yang justru akan digunakan untuk menyerang balik aparat maupun warga sipil.


Dalami Mufakat Jahat Terorime Munarman, Polisi: Apa yang Ditemukan Akan Diteliti Puslabfor

"Sehingga amunisi itu tidak sampai diperjualbelikan kepada KKB. Kedua adalah evaluasi perdagangan senjata, perdagangan senjata kan suplainya juga dari oknum anggota TNI dan Polri yang sebagai pemasok, itu mereka (KKB) beli dan mereka menggunakan balik lagi mereka menembak aparat kita juga dan menembak masyarakat sipil," ujarnya.

"Jangan sampai aliran dana ini membuat kelompok KKB itu pergerakannya semakin leluasa dan mereka bisa belanja senjata dan amunisi," imbuhnya.

Tidak hanya terkait pemasok amunisi dan senjata saja, anggota DPR Dapil Papua ini juga meminta agar pemerintah melakukan pendekatan komunikasi dan dialog terhadap KKB.

"Di Papua ada beberapa elemen kelompok intelektual yang memang berbeda paham berbedan pandangan salah satu ULMWP, KNPB, kemudian TPNPB-OPM, kemudian ada tokoh-tokoh intelektual lain yang berkembang bergerak dengan front pembebasan papua merdeka juga," tandasnya.

 

Dituding Kesampingkan HAM Soal Penumpasan KKB, Bamsoet Balas dengan Sindiran Menohok

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati