logo


Nono Surono: Masalah Papua Tidak Cukup Diselesaikan dengan Hukum dan Senjata

Menurut Nono, menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata

27 April 2021 20:31 WIB

KKB di Papua
KKB di Papua Tribunnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam menangani masalah Papua.

Wakil Ketua DPD RI sekaligus anggota MPR RI Nono Sampono menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata.
Namun, harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk 'Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua', di Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).


Pimpinan MPR: KKB Benar-benar Tak Manusiawi

"Kesimpulan saya maaf, saya harus  katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata," kata Nono.

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua.
Otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

"Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, jangan sampai ada lagi dikorbankan terutama rakyat," ucap Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua. Jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

"Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya," pungkasnya.

Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Dave Laksono: Cermin Penanganan Konflik yang Tidak Efektif.

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar