logo


Minta Hadi Tjahjanto dan Prabowo Mundur Pasca Insiden KRI Nanggala, Kader PAN: Untuk Apa Dipertahankan?

Kinerja keduanya dalam bidang kemiliteran dinilai kurang baik.

27 April 2021 16:00 WIB

KRI Nanggala
KRI Nanggala istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi PAN Ahmad Yohan merespons desakan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dicopot menyusul insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Ahmad menilai Panglima TNI kebanyakan mengurusi organisasi massa daripada peningkatan profesionalitas kemiliteran. Ujungnya, ada korban jatuh dari instansi TNI.

“Panglima TNI yang lebih sering urusin Ormas ketimbang fokus ke profesional kemiliteran. Penertiban Ormas itu tugas Polri. Terkecuali Polri tidak mampu,” ujar Yohan, seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/4).


Prabowo Akan Berikan Beasiswa untuk Anak-anak Prajurit KRI Nanggala-402

Selain itu, Yohan juga menyoroti kinerja Menhan Prabowo Subianto yang dinilainya buruk. Dia menilai Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak memiliki wawasan politik dan ekonomi kemaritiman yang baik.

“Sebagai negara archipelago, maka sumber daya ekonomi kita adalah sektor maritim. Ini yang harus dijaga mati-matian dengan sistem dan infrastruktur militer yang mumpuni,” ujarnya.

Oleh karenanya, Yohan menyarankan Hadi Tjahjanto dan Prabowo melepas jabatannya. “Kalau Menhan dan Panglima TNI malfunction, untuk apa dipertahankan. Mundur saja kalau begitu,” tandasnya.

UAS Ajak Warga Patungan Beli Kapal Selam, Kemenhan Bakal Terima Donasi Tersebut?

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×