logo


Menkominfo Umumkan Pemenang Seleksi Penyelenggaraan Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial

Menkominfo menegaskan penetapan pemenang seleksi dilatari pertimbangan kemampuan dalam mendukung implementasi ASO

27 April 2021 10:51 WIB

Johnny G Plate
Johnny G Plate Kominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memberikan kesempatan selama satu hari untuk masa sanggah sebelum penetapan pemenang Seleksi Penyelenggaraan Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial di 22 Wilayah. Menkominfo menegaskan penetapan pemenang seleksi dilatari pertimbangan kemampuan dalam mendukung implementasi analog switch off (ASO).

“Hari ini pengumuman hasil seleksi dan diberikan kesempatan masa sanggah 1 hari setelah itu akan dilakukan penetapan pemenang seleksi penyelenggara multiplexing di 22 wilayah layanan berbasis provinsi,” ujarnya dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial Tahun 2021 di Jakarta, Senin (26/04/2021).

Johnny menyatakan Pemerintah meyakini Lembaga Penyiaran Swasta yang ditetapkan oleh panitia seleksi untuk menjadi penyelenggara multipleksing adalah mereka yang mempunyai kemampuan dalam mendukung implementasi migrasi TV digital dan ASO. “Sesuai proposal dan rencana proposal yang disampaikan kepada tim seleksi,” ungkapnya.


Kominfo Kembangkan Program Penguatan Keterampilan Digital untuk Perempuan

Sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 90 Tahun 2021 telah dibentuk Tim Evaluasi dan Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial sesuai dengan yang bekerja secara independen dan profesional. “Pada hari ini panitia seleksi tersebut akan menyampaikan pengumuman hasil penilaiannya,” ujarnya.

Johnny menyatakan lembaga penyiaran swasta, lokal dan komunitas yang tidak menjadi penyelenggara multipleksing tetap bisa menerapkan siaran digital dengan menggunakan 50% slot yang dikelola oleh Pemerintah melalui pemenang dan slot multipleksing yang dikelola oleh TVRI.

“Pemerintah menekankan penyelenggara multipleksing di setiap wilayah layanan harus mengalokasikan 50% dari slot multipleksing berbasis teknologi Standard Definition (SD) sebagai infrastruktur penyelenggara penyiaran atau konten di luar grup yang bersangkutan,” tegasnya.

Adapun mengenai penerapan teknologi, Johnny menyatakan jika penyelenggara multipleksing memilih menggunakan teknologi High Definition (HD), maka yang bersangkutan dapat melakukan penyesuaian penggunaan teknologi tersebut. “Dengan catatan bahwa kapasitas yang boleh digunakan ekuivalen dengan 50% SD,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah akan memperhatikan kebutuhan perkembangan teknologi dan menyesuaikan dengan kebutuhan oleh lembaga penyiaran di waktu yang akan datang.

“Slot atau ketersediaan kanal multipleksing akan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan layanan televisi digital di waktu yang atau penyiaran digital di waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers, Menkominfo didampingi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli, Kepala Badan Litbang SDM Hary Budiarto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Henri Subiakto, Staf Khusus Philip Gobang dan Ketua Tim Seleksi Marvels P. Situmorang.

Menkominfo Sebut Pembangunan PDN untuk Perkuat Satu Data dan Dorong Efisiensi Fiskal

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×