logo


Cicak VS Buaya II, Dibalik Penangkapan Novel (Habis)

Setelah dua kali panggilan mangkir, akhirnya Novel dipanggil paksa lalu ditahan oleh Bareskrim.

1 Mei 2015 19:14 WIB


Barulah pada 13 Februari 2015, Novel diminta menghadap Bareskrim untuk diperiksa. Tapi Novel bergeming dan mengacuhkan panggilan tersebut. Selang 13 hari, Bareskrim pun membuat jadwal baru pemanggilan Novel, yakni pada 26 Februari 2015. Tapi lagi-lagi Novel tak mengindahkan panggilan Bareskrim guna melakukan pemeriksaan atas kasusnya.

Rupanya motivasi Novel untuk tidak menghadiri panggilan Bareskrim dipengaruhi oleh sikap Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang melarang Novel untuk memenuhi panggilan pemeriksaan Polri. 

Novel, Ditangkap ! 


Perempuan Diharapkan Bisa Isi Posisi Pimpinan KPK

Jumat dini hari tadi, Novel akhirnya ditangkap di kediamannya di Jakarta. Surat dengan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum adalah bukti dari instruksi penangkapan Novel Baswedan. Surat tersebut berisikan agar segera melakukan pemeriksaan kepada Novel dengan dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Ataupun seorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan mau pun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto. Surat itu juga menyebutkan bahwa Novel sudah dua kali tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah sehingga dilakukan penangkapan.

Kembali ke awal

Praktik Korupsi di 2 BUMN, KPK: Sangat Memprihatinkan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan