logo


Cicak VS Buaya II, Dibalik Penangkapan Novel (Bag 3)

Novel kembali dijadikan tersangka oleh Bareskrim setelah KPK lebih dahulu menjadikan Djoko Susilo tersangka.

1 Mei 2015 19:18 WIB


Cicak VS Buaya II, SBY Jadi Wasit

Penetapan Djoko dan Novel mendorong lahirnya Cicak versus Buaya jilid kedua dengan wasitnya saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat sebagai presiden. Ketegangan antar lembaga penegak hukum pun tak bisa terelakan. Tak ingin terjadi perpecahan, SBY pun memasang jurus untuk turun tangan menyudahi konflik yang ada.

SBY dalam pidatonya menyatakan bahwa penetapan Novel sebagai tersangka tidaklah tepat baik dalam hal waktu ataupun cara. Selanjutnya SBY pun menyerahkan penanganan kasus Djoko Susilo kepada KPK agar dapat dilanjutkan. Sayangnya instruksi SBY itu tidak diindahkan oleh para petugas Kepolisian Republik Indonesia.


Soal Janji Jokowi Copot Aparat yang Gagal Atasi Karhutla, Wiranto: Ya Dilakukan

Bukannya malah menghentikan proses hukum terhadap Novel, Kepolisian melalui Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto pada pertengahan Februari 2015 menyatakan bahwa, Barekrim Polri akan tetap melanjutkan kasus yang  Novel. Bareskrim dengan tegas tidak akan mencabut status tersangka yang menempel pada penyidik KPK tersebut. Polri juga beralasan kasus hampir kadaluarsa jika tidak dilanjutkan. 

Baca selanjutnya

Khawatir dengan RUU KPK, Agus: Ada Kepentingan Apa Sih

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan