logo


Bangunkan Sahur Lewat Toa Masjid Dipersoalkan di Era Jokowi, Tengku Zul Heran

Tengku Zulkarnain menduga ada pihak yang ingin memberangus tradisi Islam di Indonesia.

25 April 2021 12:41 WIB

istimewa
istimewa twitter @tengkuzulkarnain

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ustaz Tengku Zulkarnain heran cara membangunkan sahur menggunakan pengeras suara di masjid dipersoalkan. Menurutnya, tidak ada yang mempermasalahkan toa masjid sejak era orde lama hingga rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Zaman Penjajah Belanda, tidak permasalahkan toa masjid. Zaman Presiden Soekarno juga OK saja. Zaman pak Harto tidak masalah.Zaman prof Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, dan pak SBY toa mesjid aman saja. Zaman ini mulai dipersoalkan. Ada apa? Siapa mereka itu,” tulisnya di akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip Minggu (25/4).

Mantan Wasekjen MUI itu menerangkan, membangunkan sahur lewat toa masjid merupakan tradisi Islam di Indonesia.


UAS Bakal Nikahi Gadis 19 Tahun, Ferdinand: Saya Jadi Mengerti Maksud Ceramah Tengku Zulkarnain tentang Surga

Di sejumlah tempat, lanjut Tengku Zul, toa masjid tidak digunakan untuk membangunkan sahur. Dia menyebut tradisi membangunkan sahur pakai toa masjid hanya ada di Jawa Timur.

“Di mesjid saya, Mesjid Rafiuddin di Medan. Mick hanya untuk azan dan iqomah. Mengaji, sholat pakai mick dalam saja. Membangunkan sahur satu menit saja dan tidak jerit-jerit pukul 3.30 Wib Subuh. Tapi di Jawa Timur dan lain-lain sudah tradisi. Katanya melestarikan kearifan lokal perlu. Nyatanya?,” ujarnya.

Zaskia Mecca Keluhkan Cara Bangunkan Sahur Lewat Toa Masjid, Tengku Zul: Itu Tradisi Islam Nusantara

Halaman: 
Penulis : Iskandar