logo


Reshuffle Belum Diumumkan, Jokowi Disebut Akan Bongkar Pasang Banyak Kementerian

Burhanuddin menilai saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan bongkar pasang banyak kementerian

24 April 2021 20:05 WIB

Presiden Joko Widodo- Wapres Ma\'ruf Amin bersama Kabinet Indonesia Maju
Presiden Joko Widodo- Wapres Ma'ruf Amin bersama Kabinet Indonesia Maju Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil analisisnya terkait belum diumumkannya waktu reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Wododo. Menurutnya, Jokowi tidak hanya akan mengisi dua pos kementerian yakni Kementerian Investasi dan penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud saja, namun akan membongkar pasang banyak kementerian.

"Kaitannya dengan reshuffle, saya kira yang membuat lama bukan soal pengisian nomenklatur dua kementerian yang sudah disepakati, baik oleh pemerintah maupun DPR. Tetapi kalau misalnya reshuffle, itu tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi kekosongan akibat perubahan nomenklatur tadi," kata Burhanuddin dalam diskusi 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu (24/4/2021).

Burhanuddin menilai saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan bongkar pasang banyak kementerian. Ia mengatakan hal tersebut tidak mungkin dilakukan apabila mendekati Pemilu 2024.


Reshuffle Belum Diumumkan, PKS: Menunjukkan Kelemahan Leadership Presiden

"Jadi kalau misalnya reshuffle ini digunakan juga oleh Presiden Jokowi untuk melakukan bongkar-pasang secara lebih menyeluruh. Karena waktu sudah makin bergerak menjelang 2024 kalau misalnya reshuffle tidak dilakukan secara lebih komprehensif segera dan saat ini, dikhawatirkan waktunya tidak ada lagi. Karena, semakin dekat dengan 2024, tentu makin sulit buat kabinet baru anggota menteri baru hasil reshuffle untuk mengikuti pola," ujarnya.

"Jadi ini kesempatan bukan hanya me-reshuffle kementerian akibat perubahan nomenklatur, tetapi juga dicek ada nggak kementerian yang questionable dari sisi integritas daripada jadi masalah nanti, di-reshuffle bareng terkait dengan pengisian dua jabatan kementerian. Jadi ini justru menjadi peluang menjadi pintu masuk Presiden Jokowi melakukan reformasi struktural mumpung dalam krisis. Kalau nggak ada krisis, kesempatan itu nggak ada," pungkasnya.

Protes Pidato Jokowi, Walhi Sebut Presiden Gamang Menyikapi Krisis Perubahan Iklim

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati