logo


Bantah Minta Dispensasi Mudik untuk Santri ke Wapres, PBNU: Larangan Mudik Sesuai Prinsip

Arifin menjelaskan bahwa aturan larangan mudik sudah sesuai dengan prinsip Maqashid Al-Syariah dari NU

24 April 2021 16:00 WIB

PBNU
PBNU cnnindonesia.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua LP Ma'arif NU PBNU, Z Arifin Junaidi menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah meminta dispensasai agar santri bisa mudik kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia mengatakan bahwa ide dispensasi tersebut berasal dari beberapa orang saja.

"Secara institusional PBNU tidak pernah mengusulkan itu. Jadi beberapa orang saja yang menyampaikan itu. Seperti yang disampaikan Pak Masduki, menyampaikannya kepada Pak Masduki. Nah kalau secara institusional PBNU ya meminta warga NU termasuk santri untuk mematuhi larangan mudik itu," ujar Arifin kepada detikcom, Sabtu (24/4/2021).

Arifin menjelaskan bahwa aturan larangan mudik sudah sesuai dengan prinsip Maqashid Al-Syariah dari NU. Ia menyebut tidak menutup kemungkinan orang yang mudik bisa membahayakan jiwa.


Dibikin Heran Pemerintah, Tengku Zul: Warga India Masuk Boleh, Mudik Enggak Boleh

"Kalau kita mudik kan bukan tidak mungkin kita membahayakan jiwa kita. Jadi karena itu kemudian ya PBNU minta ini dipatuhi. Jadi larangan mudik ini udah sesuai sama prinsip itu. Karena itu sekali lagi PBNU secara institusional tidak minta dispensasi itu," ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa Wapres meminta ada dispensasi agar para santri bisa mudik lebaran. Pasalnya, santri sudah menjalankan aktivitasnya selama Ramadan di pondok pesantren. Namun kemudian, Masduki mengklarifikasi bahwa permintaan mudik bukan dari Wapres Ma'ruf Amin melainkan dari PBNU.

"Ide untuk memfasilitasi kepulangan santri itu bukan dari Wapres. Tetapi itu usulan PBNU," ujar juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/4/2021).

 

Sindir Permintaan Ma'ruf Amin, Pakar Transportasi: Apa Gunanya Aturan Mudik, Cabut Saja Semua

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×