logo


Bangunkan Sahur Pakai Pengeras Suara, Begini Saran MUI

Ungkapan membangunkan sahur sebaiknya disampaikan beberapa kali saja dan mengandung nilai edukatif.

24 April 2021 07:00 WIB

Ilustrasi membangunkan sahur
Ilustrasi membangunkan sahur kaskus.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi polemik cara membangunkan sahur lewat pengeras suara. Alhasil, pengurus masjid diminta untuk membangunkan sahur melalui pesan edukatif selama Ramadan.

"Beberapa kali saja disampaikan dan kata-katanya banyak mengandung nilai edukatif bagi masyarakat," kata Wasekjen MUI Muhammad Ziyad, dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (24/4).

Ziyad menilai volume pengeras suara saat membangunkan sahur sebaiknya dikecilkan. Sebab, kemungkinan ada umat beragama lain atau orang sakit dalam jangkauan suara.


Jadi Trending Topik Gegara Kritik Cara Bangunkan Sahur, Zaskia Mecca: Semoga Membawa Hal yang Baik

Dia juga menyarankan pengurus masjid untuk berkomunikasi dengan warga terlebih dahulu terkait upaya membangunkan orang sahur.

"Di tempat-tempat yang mungkin tingkat keragaman masyarakatnya itu plural, maka perlu diawali dengan komunikasi dengan silaturahmi sebelumnya supaya menghindari adanya protes," jelasnya.

Sebut Wajar Zaskia Terganggu dengan Bangunkan Sahur Lewat Toa, Menag: Intinya Semua Harus Bertoleransi

Halaman: 
Penulis : Iskandar