logo


Vaksin Covid-19 Mulai Langka, PDIP: Penelitan Berbasis Sel Dendretik Harus Terus Dikembangkan

pemerintah perlu memprioritaskan mandiri vaksin dan tidak ketergantungan pada impor

23 April 2021 13:06 WIB

Box vaksin Nusantara
Box vaksin Nusantara Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM-Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengatakan pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin dalam mengatasi pandemi Covid-19 meski harus dengan cara impor. Pasalnya stok vaksin di beberapa negara di dunia juga sedang dalam kekurangan.

Menurutnya pemerintah perlu memprioritaskan mandiri vaksin dan tidak ketergantungan pada impor.

"Bagi parlemen sebelum kita mandiri di vaksin, kita memang mendorong agar keberadaan vaksin terutama stok harus benar-benar aman dengan mengimpor vaksin yang telah ada kesepakatan MoU dengan pemerintah serta program vaksin mandiri untuk karyawan," ujar Rahmad di Jakarta, Jumat


Sudah Disuntik Vaksin Nusantara Besutan dr Terawan, Aburizal Bakrie: Cintai Produk Dalam Negeri

Dalam hal ini, dia mengapresiasi langkah pemerintah yang mendukung penelitian berbasis sel dendretik setelah adanya MoU antara Kemenkes, KASAD dan BPOM.

Rahmad menilai dengan terjalinnya kerjasama dalam pengembangan ini adalah sebagai tindak lanjut komitmen pemerintah terhadap penelitian berbasis sel demdritik.

"Perlu kita apresiasi negara memberikan fasilitasi terhadap penelitan berbasis sel dendretik ini," ujarnya.

Rahmad menuturkan, penelitan berbasis sel dendretik ini terus dikembangkan. Penggunaanya hanya diperbolehkan untuk pengobatan pribadi atau individu belum untuk massal. Namun demikian, kata dia, jika hasil penelitiannya ini terbukti sesuai dengan sistem imunitas maka masyarakat lebih memilih dan mencari.

"Artinya ketika nantinya ini berhasil akan di serahkan sepenuhnya menjadi kebutuhan masing-masing individu dalam rangka memingkatakan imunitas tubuh. Makanya konsep penelitian yang akan dilakukan adalah basenya untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk masal," kata dia.

"Tapi pada akhirnya nanti akan kembali ke masyarakat bila hasilnya sangat memuaskan bila sudah selesai tentu ini akan diburu rakyat untuk membeli sendiri ketika sudah diberikan izin oleh pemerintah," imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan dengan adanya MoU ini maka energi kebangsaan disatukan kembali untuk gotong royong menyatukan langkah melawan Covid-19.

Ia berharap penelitian penelitian model serupa bisa dicetuskan negara untuk melawan Covid-19 maupun penyakit lainya.

"Tentu ini kita sambut gembira dengan adanya MoU ini tentu ini menyudahi polemik yang tidak perlu dan telah menimbulkan kontraproduktif buat mengatasi pandemi," tukasnya.

PAN Minta Pemerintah Desak Sinovac Urus EUL dari WHO

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar