logo


Puluhan Ribu Warga Rusia Nekat Gelar Aksi Protes Pembebasan Navalny, Meski Sudah Dilarang Pemerintah

Lebih dari 14 ribu warga menggelar aksi demonstrasi di sejumlah kota di Rusia pada Rabu (21/4) untuk mendesak agar tokoh oposisi Alexey Navalny diberikan akses layanan kesehatan yang layak

22 April 2021 17:00 WIB

Polisi Rusia terlibat bentrokan dengan massa aksi protes yang mendesak agar tokoh oposisi Alexey Navalny segera dibebaskan
Polisi Rusia terlibat bentrokan dengan massa aksi protes yang mendesak agar tokoh oposisi Alexey Navalny segera dibebaskan istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Belasan ribu warga di sejumlah wilayah di Rusia, pada Rabu (21/4) kembali nekat menggelar aksi protes menuntut dibebaskannya tokoh oposisi pemerintah Alexey Navalny, meski pemerintah sudah menyatakan bahwa aksi protes terkait isu tersebut adalah tindakan ilegal.

Dalam aksi protes tersebut, warga mendesak pihak otoritas untuk menyediakan akses layanan kesehatan yang layak bagi Navalny yang kini tengah melakukan aksi mogok makan di dalam penjara.

Aksi protes tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti di kota St.Petersburg, Vladivostok, hingga ibukota Rusia, Moskow.


Taiwan Targetkan Capai Zero Emisi pada 2050

Sementara itu, pihak kepolisian Rusia mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang digelar secara serentak di 29 kota di Rusia tersebut diikuti oleh lebih dari 14 ribu warga, termasuk 6 ribu diantaranya merupakan massa yang menggelar unjuk rasa di Moskow.

Salah satu LSM, OVD-Info, mengatakan bahwa lebih dari seribu demonstran telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Kami disini untuk Alexei (Navalny)," kata seorang pengunjuk rasa yang tidak disebut namanya kepada Reuters.

"Ini adalah sebuah perjuangan untuk masa depan," kata seorang demonstran lainnya, Andrei Zamyatin kepada AFP.

Meski demikian, sebagian pengunjuk rasa lain mengaku pesimis jika aksi yang mereka lakukan ini dapat berdampak signifikan terhadap kondisi Navalny, mengingat skala aksi yang mereka gelar tidak begitu besar.

"Saya tidak berpikir protes ini dapat menyelamatkan Navalny," kata Alexander Butuzov kepada AFP.

"Dibutuhkan sedikitnya 200 ribu hingga 300 ribu orang turun ke jalan," tambahnya.

Israel Bakal Terus Tingkatkan Intensitas Serangan Udara ke Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia