logo


Usul Nadiem Dievalusi, PPP: Kemendikbud Menambah atau Menciptakan Beban Politik bagi Jokowi

PPP menyoroti kontroversi yang terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

21 April 2021 13:07 WIB

Arsul Sani
Arsul Sani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PPP menyoroti kontroversi yang terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya hilangnya nama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam kamus sejarah Indonesia.

Waketum PPP, Arsul Sani, menyebut kontroversi tersebut bisa menambah beban politik Presiden Joko Widodo.

"Setidaknya ada 3 peristiwa beruntun dalam waktu berdekatan terkait Kemendikbud yang justru menambah atau menciptakan beban politik bagi Presiden Jokowi di mata segmen umat Islam tertentu," kata Arsul kepada wartawan, Rabu (21/4).


PDIP Sebut Ada Sosok yang Incar Kursi Nadiem, Siapa Dia?

Tak hanya hilangnya nama Gus Dur, tapi juga tidak adanya frasa agama dalam draf peta jalan pendidikan nasional (PJPN), hilangnya Pancasila dalam standar nasional pendidikan, serta tidak adanya tokoh KH Hasyim Asyari dalam kamus sejarah.

"Jajaran Kemendikbud alih-alih mengurangi beban dan kecurigaan politik yang selama ini masih diembuskan kepada Presiden Jokowi oleh kalangan tertentu, tapi malah menambahnya," ujarnya.

Nadiem Makarim Bertemu Megawati, Pengamat: Mencari Suaka Politik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata