logo


Bahas Konflik Myanmar, Negara ASEAN Bakal Gelar Pertemuan di Jakarta

Sekretariat ASEAN mengatakan bahwa seluruh negara anggotanya akan mengadakan pertemuan di Jakarta pada akhir pekan ini untuk membahas mengenai krisis politik yang terjadi di Myanmar

20 April 2021 20:00 WIB

Tim relawan paramedis yang membantu menangani korban aksi protes di Myanmar
Tim relawan paramedis yang membantu menangani korban aksi protes di Myanmar AFP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretariat ASEAN pada Selasa (20/4) mengatakan bahwa para pemimpin negara-negara Asia Tenggara akan berkumpul di Jakarta pada Sabtu akhir pekan ini untuk membahas mengenai situasi krisis politik di Myanmar. Namun, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha mengatakan bahwa sejumlah negara anggota ASEAN hanya akan diwakili oleh staf Kementerian Luar Negeri mereka.

Prayuth mengatakan bahwa dirinya kemungkinan besar tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut, sebagai gantinya ia akan menunjuk Deputi Perdana Menteri Don Pramudwinai yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri Thailand untuk mewakilinya.

"Beberapa negara lainnya juga akan mengirimkan menteri luar negerinya," kata Prayuth, dikutip Reuters.


12 Klub Bentuk Liga Super Eropa, Presiden FIFA: Mereka Bertanggung Jawab atas Pilihannya

Pemerintah Thailand pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing juga akan ikut hadir pada pertemuan di Jakarta pekan ini, namun pemerintah Myanmar sejauh ini belum berkomentar terkait hal itu.

Sejauh ini, sepuluh negara anggota ASEAN sudah berupaya mencari cara untuk membantu Myanmar menyelesaikan krisis politiknya sejak junta militer mengambil alih pemerintahan melalui kudeta pada 1 Februari 2021.

Indonesia, Malaysia, Filipina dan Singapura selama ini sudah berupaya untuk meningkatkan tekanan mereka terhadap junta militer Myanmar. Sementara Thailand yang merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Myanmar menyampaikan kekhawatirannya mengenai situasi konflik Myanmar yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya aliran pengungsi di perbatasan.

Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Ruang Angkasa Mereka pada 2025 Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia