logo


Pengamat: Pemerintah Bisa Mati Gaya Kalau Salah Pilih Menteri

Belakangan ini isu reshuffle kabinet kembali menguat.

20 April 2021 18:30 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belakangan ini isu reshuffle kabinet kembali menguat. Direktur Parameter Politik, Adi Prayitno, mengatakan bahwa apabila menteri yang dilantik memiliki rekam jejak yang buruk maka akan dituduh sebagai politik akomodasi.

"Tergantung siapa menterinya. Kalau menteri yang dilantik sosok tak punya rekam jejak tak bagus pasti dituding politik akomodasi. Sebaliknya, kalau yang dilantik kerjanya bagus tentu tudingan itu gugur dengan sendirinya," kata Adi kepada wartawan, Selasa (20/4).

Adi mengatakan bahwa reshuffle kabinet tidak untuk balas jasa politik. Menurutnya, jika Presiden Joko Widodo salah memilih menteri bisa berakibat buruk.


Ngabalin Sebut Reshuffle Kabinet Sebentar Lagi, Pimpinan DPR Ngaku Belum Dapat Undangan

"Harus kelas 1. Tak bisa lagi menteri hanya balas jasa politik. Periode kedua Jokowi adalah pertaruhan legacy apa yang bisa ditinggalkan Jokowi karena di tengah pandemi ini pemerintah bisa mati gaya kalau salah pilih menteri," ujar Adi.

Adi menilai sejumlah nama yang disebut sebagai calon menteri tidak terlalu meyakinkan. Menurutnya, Jokowi perlu pemain baru.

"Nama-nama yang beredar di isu reshuffle kali ini tak terlampau meyakinkan. Publik sudah tahu rekam jejaknya. Jokowi perlu pemain-pemain baru yang lebih fresh dan agresif bisa bermanuver di tengah pandemi," kata Adi.

Istana Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata