logo


Uni Eropa Khawatir Jika Satu Percikan Kecil di Perbatasan Ukraina Bisa Picu Konfrontasi Besar

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa khawatir situasi ketegangan di perbatasan Ukraina-Rusia berubah menjadi sebuah perang skala besar

20 April 2021 16:00 WIB

Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan
Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan Reuters

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell meminta semua pihak agar menahan diri untuk tidak memicu sebuah "percikan" yang dapat menyebabkan konfrontasi skala besar di wilayah perbatasan Ukraina. Ia juga menyebut jika meningkatnya aktivitas militer Rusia di wilayah tersebut juga semakin "mengkhawatirkan".

"Ini adalah pengerahan militer termasif yang pernah dilakukan oleh tentara Rusia di perbatasan Ukraina. Hal ini jelas menjadi satu hal yang harus dikhawatirkan, di saat anda menerjunkan pasukan dalam jumlah besar," kata Borrell, dikutip Al Jazeera.

"Sebuah percikan sudah cukup untuk meledakkannya," tambahnya.


Menlu Iran Puji Sikap Indonesia yang Dukung Perjanjian Nuklir Iran

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa jumlah personil militer yang dibawa oleh Rusia ke perbatasan Ukraina saat ini jauh lebih besar daripada saat mereka melakukan invasi ke wilayah Crimea pada 2014 lalu, dimana hal ini tentu saja menjelaskan bahwa pasukan Rusia tersebut tidak di sana untuk melakukan latihan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price juga menyampaikan kekhawatirannya atas rencana Rusia memblokir kapal asing yang hendak memasuki wilayah Laut Hitam.

"Ini mewakili tindakan peningkatan situasi yang dilakukan oleh Rusia meski tanpa provokasi (sebelumnya) untuk merusak dan membuat Ukraina tidak stabil," kata Ned Price.

Trump Minta Biden Tak Bikin Kerja Sama Rusia dan China Semakin Erat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia