logo


PDIP: Pemerintah Harus Tetap Waspadai Adanya Potensi Mudik Dini

Menurutnya kasus covid-19 di India bisa saja terjadi di Indonesia apabila masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan

20 April 2021 14:27 WIB

Keluarga yang mudik menggunakan sepeda motor.
Keluarga yang mudik menggunakan sepeda motor. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo berpendapat meledaknya serangan gelombang kedua kasus Covid-19 di India harus dijadikan pelajaran oleh pemerintah Indonesia.

Menurutnya kasus Covid-19 di India bisa saja terjadi di Indonesia apabila masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan.

“Nah, untuk mencegah meledaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya mendekati hari Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, bangsa Indonesia harus menjadikan kasus Covid-19 di India sebagai pelajaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/4/2021).


India 'Tsunami' Covid-19, Menkes Sebut Risiko Serupa Bisa Melanda RI

Menurutnya meski pemerintah sudah melarang mudik lebaran pada tahun 2021, namun harus tetap diwaspadai adanya potensi mudik di luar ketentuan yang resmi.

“Berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan, tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama. Bayangkan bila ada jutaan warga yang mudik sebelum tanggal 6 Mei, sesuai ketentuan, bisa-bisa penyebaran Covid-19 menjadi tidak terkendali,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan untuk mengindarkan ledakan covid-19, maka perlu langkah dan antisipasi nyata dari pemerintah pusat maupun daerah dan juga seluruh eleman masyarakat.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan gotong royong. Masyarakat diharapkan sadar dan mau mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik karena sesungguhnya, kalau masyarakat abai terhadap ketentuan pemerintah maka pandemi bisa meledak setiap saat.

Selanjutanya kepada masyarakat dan pemerintahan desa maupun daerah tujuan mudik, perlu melakukan langkah-langkah tegas, menghalau warga yang tetap nekad mudik bersama.

“Aparat desa bekerja sama dengan aparat keamanan negara harus berani melarang pemudik memasuki wilayah tujuan mudik. Bila tetap nekad, ya disuruh pulang kembali,” tuturnya.

Dia menegaskan pemerintah pusat dan daerah juga harus secara terus menerus mensosialisasikan apa resikonya jika tetap memaksakan diri untuk mudik.

“Pemerintah harus menggelorakan kewaspadaan. Jangan sampai sampai ledakan kasus baru Corona naik seperti yang terjadi di India,” kata dia.

“Bila sosialisai ini dilakukan secara masif kepada masyarakat serta ditambah adanya ancaman bahwa warga yang mudik ditolak, bisa jadi dan kita harapkan calon-calon pemudik akan berpikir dua kali untuk mudik lebaran tahun ini,” tukasnya.

Minta Masyarakat Waspada, Jokowi: Pandemi Covid-19 Masih Ada dan Nyata di Negara Kita

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar