logo


Pemerintah Sebut Banyak ASN Radikal, Ustaz Hilmi: Semoga yang Dimaksud Bukan yang Rajin ke Masjid

Ustaz Hilmi meminta pemerintah memperjelas definisi radikalisme.

20 April 2021 13:09 WIB

Ustaz Hilmi Firdaus
Ustaz Hilmi Firdaus fajar.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ustaz Hilmi Firdausi mempertanyakan sikap pemerintah yang menuding banyak ASN terpapar radikalisme. Dia berharap tudingan radikal itu bukan diarahkan kepada orang-orang yang menjalankan syariat Islam.

“Banyak ASN radikal? Semoga yang dimaksud bukanlah ASN yang rajin ke masjid, pakai celana cingkrang, berjanggut dan ada bekas tanda sujud di dahinya,” ujarnya lewat akun Twitter @Hilmi28, dikutip Selasa (20/4).

Ustaz Hilmi meminta pemerintah untuk memperjelas definisi radikalisme agar publik tak keliru mengartikannya.


Menteri Tjahjo Bakal Pecat ASN Radikal, Mantan Wasekjen MUI: Jangan-jangan yang Disangka Salat 5 Waktu ke Masjid

“Mohon diperjelas apa definisi radikal yang dimaksud menurut pemerintah,” kata Hilmi.

Sebelumnya, Menpan-RB Tjahjo Kumolo menyebut saat ini ASN banyak terpapar radikalisme sehingga pemerintah banyak kehilangan orang pintar.

“Kami banyak kehilangan orang-orang pintar yang seharusnya bisa duduk di eselon 1, yang dia seharusnya bisa duduk di eselon 2, yang seharusnya dia bisa Jadi Kepala Badan atau lembaga, tapi dalam TPA (Tes Potensi Akademik), dia terpapar dalam masalah radikalisme terorisme, ini tanpa ampun,” tutur Tjahjo di Jakarta, Minggu (18/4).

“Kami sudah ada datanya semua lewat medsosnya yang dia pegang, kedua lewat PPATK dan sebagainya. Saya kira ini kita harus cermati secara bersama-sama,” lanjutnya.

Dewan Pakar PKPI: Pilkada Langsung Suburkan Radikalisme

Halaman: 
Penulis : Iskandar