logo


Kaum Radikal Intoleran Jangan Dibiarkan Tumbuh, Ferdinand: Sangat Mungkin Negeri Ini Bubar

Indonesia bisa tercerai-berai jika upaya merawat keberagaman tidak digalakkan.

20 April 2021 03:00 WIB

Indonesia Inside

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menyoroti penangkapan pegawai BUMN terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar. Menurutnya, kelompok yang bersikap intoleran harus segera ditindak tegas.

Sebab, kata Ferdinand, Indonesia bisa saja tak memiliki masa depan jika kaum radikal terus dibiarkan beraksi.

“Yang saya bayangkan Indonesia 5-10 tahun ke depan, bagaimana jika kaum radikal intoleran terus dibiarkan tumbuh melakukan aktivitasnya tanpa tindakan tegas?,” cuitnya melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Selasa (20/4).


Singgung Penurunan Demokrasi di Indonesia, AHY: Banyak yang Merasa Dibungkam

Bahkan, eks politisi Partai Demokrat itu mewanti-wanti NKRI bisa tercerai-berai apabila upaya merawat keberagaman tidak digalakkan mulai saat ini. Terutama memberantas kelompok yang menyebarkan paham radikal kepada masyarakat.

“Sangat mungkin memang negeri ini bubar jika tidak melakukan sesuatu secara konkret untuk merawat kebangsaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Densus 88 Polri bersama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menangkap satu orang terduga teroris terkait dengan bom bunuh diri pasangan suami-istri L dan YSF di Gereja Katedral, Makassar.

Satu orang yang ditangkap itu merupakan pegawai salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

"Tangkapan terakhir yang ke-33 itu kemarin ditangkap di Maros. Inisialnya N, yang bersangkutan pegawai BUMN kelahiran 1963," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (19/4).

Menlu Iran Puji Sikap Indonesia yang Dukung Perjanjian Nuklir Iran

Halaman: 
Penulis : Iskandar