logo


Jubir China: Jepang dan Amerika Serikat Punya Banyak Hutang kepada Rakyat China

Wang Wenbin, juru bicara pemerintah China mengecam pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga terkait ancaman China di kawasan.

19 April 2021 18:15 WIB

Presiden AS Joe Biden (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga
Presiden AS Joe Biden (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga Al Jazeera

BEIJING, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengecam pernyataan negatif yang dilontarkan oleh Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengenai tindakan China yang mereka anggap telah merusak perdamaian dan keamanan di kawasan.

Menurut Wang, AS dan Jepang tidak berhak melontarkan pernyataan terkait urusan dalam negeri China.

"Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang tidak dapat mewakili komunitas internasional. Mereka tidak memenuhi syarat untuk menyatakan aturan internasional, ataupun memberlakukan standar mereka diatas negara lain," kata Wang Wenbin dikutip RT.com.


Trump Kecam Rencana Joe Biden Tarik Pasukan AS Keluar dari Afghanistan pada 11 September

Ia mencatat jika AS dan Jepang sendiri juga telah melakukan tindak pelanggaran Hak Asasi Manusia di masa lalu sehingga kritik yang mereka layangkan terkait situasi Hong Kong dan Xinjiang sangat munafik.

"Pada isu hak asasi manusia, Jepang dan Amerika Serikat punya banyak hutang kepada rakyat China dan masyarakat dunia. Agresi militer yang diluncurkan oleh Jepang pada 1930-an telah menimbulkan bencana serius kepada sejumlah negara Asia, khusunya rakyat China," tambahnya.

Pernyataan Wang Wenbin tersebut terlontar usai pada Sabtu akhir pekan lalu pemerintah AS dan Jepang menyatakan akan meningkatkan kerja sama bilateralnya untuk menghadapi dan melawan tindakan China di sejumlah isu, yakni isu Laut China Selatan dan isu HAM di Xinjiang, Hong Kong, serta Taiwan.

AS Dukung Tindakan Republik Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia