logo


Akui Belum Izin Camat Terkait Pembangunan Markaz Syariah, HRS: Kami Bukan Tidak Punya Etika, Tapi...

Rizieq mengaku belum menemui camat Endi Rismawan karena situasi pandemi Covid-19.

19 April 2021 15:44 WIB

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab kembali menjalani sidang terkait kasus kerumunan Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada hari ini Senin (19/4/2021). Pada sidang tersebut, ia menyinggung terkait pembangunan Pondok Pesantren Markaz Syariah. Ia mengaku sudah mendapat rekomendasi pembangunan ponpes tersebut dari Bupati Bogor sebelumnya yakni Rahmat Yasin, begitu juga dari mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Haryawan alias Aher.

Namun ia memohon maaf kepada camat Megamendung saat ini yakni  Endi Rismawan karena belum sempat bersilaturahim. Meski demikian, ia mengklaim sudah mendapat izin pembangunan Pondok Agrukultural Markaz Syariah dari camat sebelumnya.

"Saya mohon maaf ke Pak Camat kalau selama ini pihak pesantren selama ini belum silaturahmi ke Pak Camat," kata Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (19/4/2021).


Wagub DKI Jakarta Jadi Saksi Sidang Kasus Kerumunan Habib Rizieq

Rizieq lantas menanyakan kapan Endi Rismawan menjabat sebaga camat Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Saya tanya dulu, sejak kapan Bapak jadi camat di Megamendung?" tanya Rizieq.

"Tahun 2019, bulan September tanggal 19," jawab Endi yang turut menjadi saksi kasus kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung.

Rizieq kemudian menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Agrukultural Markaz Syariah berdiri pada tahun 2013. Ia pun mengaku belum menemui camat Endi Rismawan karena situasi pandemi Covid-19.

"Kami sering silaturahmi dengan camat yang lama sebelum Bapak bertugas di sana karena Pak Camat bertugas 2019 dan 2020 sudah pandemi, dan pihak pesantren sampai hari ini belum bisa bersilaturahmi ke Pak Camat, saya ingin sampaikan bukan pihak pesantren tidak punya etika, tapi memang situasi kondisi Anda baru jadi camat," katanya.

"Kemudian perlu diketahui Pak Camat, saya minta diperiksa di kantor kecamatan sejak kami berdiri, kami tidak berani bangun pesantren tanpa izin dari Pak Camat, dan rekomendasi dari camat lama, kami bahkan dapat dari pak bupati yang dulu, Pak Rahmat Yasin sebelum Ibu Ade Yasin. Kami juga dapat rekomendasi dari Gubernur Ahmad Heryawan. Jadi sekali lagi yang ingin saya sampaikan, bukan pesantren nggak ada izin, nggak ada etika, nggak ada menghargai camat," lanjutnya.

Jadi Saksi Kasus Habib Rizieq, Kasatpol PP Bogor: Ada Pelanggaran Prokes

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×