logo


FPI Dibubarkan, Saat Tepat Jadikan Ahok sebagai Menteri

Presiden Jokowi punya kesempatan emas untuk mengangkat Ahok jadi menteri

19 April 2021 11:55 WIB

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani proses administrasi sebelum bebas, Kamis (24/1)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani proses administrasi sebelum bebas, Kamis (24/1) Instagram @basukibtp

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menyebut saat ini Presiden Jokowi punya kesempatan emas untuk mengangkat Ahok jadi menteri karena FPI telah resmi dibubarkan.

Mualimin mengatakan organisasi  FPI yang dikomandoi Rizieq Shihab selama ini jadi penghalang utama bagi Ahok yang minoritas untuk mengabdi pada negeri.

"Ini saat yang tepat Ahok jadi menteri. Caranya gampang, Jokowi tinggal revisi Pasal 22 UU Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara. Biarpun pernah terpidana, selama aturan diubah tak masalah Ahok masuk kabinet," ujar Mualimin dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/4/2021).


Sering Dicap Kafir, Dewi Tanjung Heran Namanya Tak Disebut dalam Surat Wasiat Teroris

Mualimin menilai, di tengah maraknya praktik korupsi dan intrik partai politik dalam mendapatkan kekuasaan.

Sosok Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang blak-blakan disebutnya justru dirindukan banyak orang karena terkesan tidak munafik.

"Rakyat muak dengan korupsi dan sandiwara yang dimainkan politisi. Hanya Ahok sosok yang tampil apa adanya. Bicaranya jujur dan tak dipoles. Publik rindu orisinalitas karakter pejabat. Sudah terlalu banyak badut politik. Negarawan palsu sudah waktunya disingkirkan," ujarnya.

Ahok yang dulu lantang berhadapan dengan FPI dan Rizieq Shihab, ucap Mualimin, harusnya diganjar dengan kedudukan yang pantas karena berani melawan organisasi kekerasan yang kini sudah dilarang pemerintah.

"Ahok satu-satunya pejabat yang gagah berani berhadapan dengan FPI yang kini ormas terlarang. Harusnya jasanya dihargai dengan pantas, yaitu beri tempat mengabdi pada negara. Jokowi harus angkat Ahok jadi menteri," pungkasnya.

Heran Ahok Tak Persoalkan BBM Premium, Banggar: Kalah Sama Importir?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar