logo


Banyak PNS Pintar yang Terpapar Radikalisme, Fadli Zon: Harus Dievaluasi

MenPANRB Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa banyak orang pintar di pemerintahan tapi terpapar radikalisme.

19 April 2021 10:27 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa banyak orang pintar di pemerintahan tapi terpapar radikalisme.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan harus dilakukan evaluasi.

"Harus dievaluasi, jangan-jangan yang nilai radikalisme tak mengerti radikalisme itu apa," kata Fadli melalui akun Twitternya yang menanggapi berita soal Tjahjo Kumolo, Senin (19/4).


Viral Jozeph Paul Zhang, Gerindra: Umat Nonmuslim Pun Mengutuk Pernyataan Jozeph

Fadli menyebut wacana radikalisme bisa dijadikan fitnah dan alat bungkam kritik.

"Wacana radikalisme bisa membuat prasangka dan fitnah tak henti, dijadikan alat bungkam kritik atau refleksi fobia Islam. Ini yang bikin demokrasi RI jeblok ke rangking 102," sebut Fadli.

Sebelumnya, Tjahjo mengatakan bahwa banyak orang-orang pintar di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme.

Kami banyak kehilangan orang-orang pintar yang seharusnya bisa duduk di eselon 1, yang dia seharusnya bisa duduk di eselon 2, yang seharusnya dia bisa Jadi Kepala Badan atau lembaga, tapi dalam TPA (Tes Potensi Akademik), dia terpapar dalam masalah radikalisme terorisme, ini tanpa ampun," kata Tjahjo saat menjadi penanggap rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk 'Tantangan Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi dan Intoleransi di Kalangan PNS', Minggu (18/4).

"Kami sudah ada datanya semua lewat medsosnya yang dia pegang, kedua lewat PPATK dan sebagainya, saya kira ini kita harus cermati secara bersama-sama," sambung Tjahjo.

Fadli Zon: Hari Gini Masih Mikir Pindah Ibu Kota Baru

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata