logo


Pemindahan Ibu Kota Negara Dinilai Tak Relevan, PKS: Hutang Negara Makin Besar

PKS sebut pemindahan ibu kota negara bukanlah suatu yang urgent dilakukan pada saat ini

19 April 2021 05:30 WIB

Ibu kota negara di Kaltim
Ibu kota negara di Kaltim pasardana.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Departemen Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nabil Ahmad Fauzi mengkritik rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Menurutnya, rencana tersebut sudah tidak lagi relevan mengingat Indonesia tengah dilanda pendemi Covid-19.

Nabil mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, Anggaran Pendapatann dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan hampir 20 persen pada tahun 2020. Sementara belanja negara semakin naik. Hal itulah yang menjadi alasan pemindahan ibu kota negara di waktu dekat ini tidak tepat.

"Bahkan beban hutang negara semakin membesar," kata Nabil seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (18/4/2021).


Akui Pertemuan dengan PKS-Golkar untuk Siapkan Pemilu 2024, PPP: Ikatannya Visi Melihat Indonesia

Menurutnya, pemindahan ibu kota negara bukanlah suatu yang urgent diilakukan pada saat ini. Ia menyebut pemerintah lebih baik fokus terhadap upaya penanganan Covid-19. Apalagi, kata Nabil, pemerintah saat ini membutuhkan tambahan anggaran untuk memimbiayai program penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada pemerintah agar rencana pemindahan ibu kota negara tidak terlalu dipaksakan

"Terlebih lagi bahwa payung hukum terkait pemindahan ibu kota negara belum rampung seluruhnya. Jadi bagi kami ini terlalu dipaksakan," protes Nabil.

Warga DKI Pilih Ngadu ke Ganjar Ketimbang Anies, PKS: Risiko Jadi Pemimpin Seperti Itu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati