logo


Dicap Teroris, Abdullah Hehamahua Malah Bersyukur

Teroris di zaman dulu bermakna orang yang menentang penjajahan.

17 April 2021 17:18 WIB

Abdullah Hehamahua
Abdullah Hehamahua ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua justru bersyukur dicap teroris dari Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin. Menurutnya, teroris di zaman dulu bermakna orang yang menentang penjajahan.

"Saya teroris? Itulah istilah yang diberikan oleh penjajah Belanda ke para pejuang Indonesia mulai Teuku Umar di Aceh sampai Pattimura di Maluku," kata Abdullah, seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (17/4).

"Jadi jika itu yang dimaksud Adinda Ngabalin tentang 'teroris', alhamdulillah saya diberi gelar 'teroris' olehnya," kata Abdullah.


Soal 'Musa Mendatangi Firaun' Saat Ketemu Jokowi, Ketua TP3: Tidak Ada yang Salah

Abdullah mengetahui jejak organisasi Ngabalin di masa silam. Ketua Tim TP3 6 Laskar FPI itu lantas menilai Ngabalin lebih radikal ketimbang dirinya.

"Jika saya seorang teroris, maka Adinda Ngabalin lebih teroris lagi. Sebab, mereka yang aktif di organisasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa pasti tahu bahwa kader PII lebih galak dari kader HMI," ujarnya.

Disebut 'Teroris' oleh Ngabalin, TP3 Klarifikasi Soal Analogi Firaun

Halaman: 
Penulis : Iskandar