logo


AS Kecam China dan Hong Kong soal Vonis 12 Bulan Penjara yang Diterima oleh Aktivis Pro-Demokrasi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengecam keputusan otoritas China dan Hong Kong yang menjatuhkan sanksi kurungan penjara bagi Jimmy Lai, Taipan media sekaligus aktivis pro-demokrasi

17 April 2021 11:21 WIB

Jimmy Lai saat ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong
Jimmy Lai saat ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong Nypost

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Jumat (16/4) menyampaikan kecamannya terhadap keputusan pemerintah Hong Kong menjatuhkan sanksi penjara 12 bulan kepada salah satu bos media sekaligus aktivis pro-demokrasi Jimmy Lai. Blinken meyakini jika hukuman tersebut sangat bermuatan politik.

"Otoritas Beijing dan Hong Kong tengah mengincar warga Hong Kong yang tidak melakukan apa-apa selain melindungi hak dan kebebasan fundamentalnya, termasuk kebebasan melakukan perhimpunan secara damai dan kebebasan berpendapat," kata Menlu AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip Reuters.

Jimmy Lai yang merupakan pemilik harian Apple Daily tersebut ditangkap pada awal tahun 2021 dan secara keseluruhan dijatuhi hukuman selama 14 bulan usai terlibat dalam aksi protes pro-demokrasi Hong Kong 2019 lalu. Aksi protes tersebut dilakukan oleh warga Hong Kong yang menolak rencana pemerintah China daratan memberlakukan UU Keamanan Nasional baru bagi Hong Kong.


Olimpiade Tokyo Tak Akan Ditunda Meski Ditentang oleh Pakar Kesehatan

Mereka menilai kebijakan tersebut membatasi kebebasan berpendapat dan melanggar HAM.

"Putusan hukuman yang diumumkan hari ini adalah salah satu contoh bagaimana otoritas China dan Hong Kong merusak hak dan kebebasan fundamental yang dijamin oleh Undang-undang dasar dan Deklarasi Sino-British," tambah Blinken.

 

Dapat Sanksi dari Rusia, Mantan Penasihat Keamanan AS Justru Merasa Bangga

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia